Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan minat calon mahasiswa, sekaligus memperkenalkan peluang kuliah seni budaya dengan dukungan beasiswa penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Rektor ISBI Kaltim, Rina Martiara, mengatakan, kegiatan sosialisasi merupakan bagian dari rangkaian program yang telah dimulai sejak Februari 2026. Ia menilai, minimnya jumlah pendaftar di tahun 2024 dan 2025 disebabkan oleh kurangnya informasi yang sampai ke masyarakat.
“Kami sudah mulai sosialisasi sejak Februari. Pada angkatan 2024 dan 2025 peminatnya masih sedikit, padahal ISBI Kaltim adalah perguruan tinggi negeri dengan dukungan beasiswa penuh,” ujarnya.
Menurutnya, ISBI Kaltim yang berlokasi di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara sempat mengalami masa vakum selama lima tahun sebelum kembali aktif menerima mahasiswa pada 2024. Namun, keterbatasan sosialisasi membuat peluang tersebut belum banyak diketahui.
ISBI Kaltim saat ini memiliki sejumlah program studi, antara lain Tari, Kriya, Etnomusikologi, serta Film dan Televisi. Seluruh mahasiswa yang diterima mendapatkan pembiayaan kuliah penuh selama delapan semester, bahkan disertai bantuan biaya hidup.
“UKT ditanggung penuh sampai lulus (8 semester). Selain itu, mahasiswa juga mendapat bantuan living cost sekitar satu juta rupiah per bulan, untuk 1 tahun pertama” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem penerimaan mahasiswa di ISBI Kaltim masih melalui jalur mandiri. Hal ini karena institusi tersebut masih berada di bawah pembinaan ISI Yogyakarta, sehingga belum membuka jalur seleksi nasional seperti SNBP dan SNBT.
Dalam rangkaian sosialisasi April ini, ISBI Kaltim mengunjungi sejumlah daerah seperti Tenggarong, Samarinda, Kedang Ipil, Sendawar, Paser, Sangatta, Bontang hingga Berau. Namun, di Berau, respons sekolah masih terbatas. Hingga kini, baru dua sekolah yang menerima kunjungan langsung.
“Memang kami akui agak terlambat, karena banyak siswa sudah diterima lewat jalur nasional. Tapi kami tetap berusaha menjangkau calon mahasiswa,” katanya.
Rina menilai, potensi seni dan budaya di Berau sangat besar dan perlu dikembangkan oleh generasi muda setempat. Ia berharap, pelajar Berau tidak ragu memilih pendidikan seni sebagai jalur karier.
“Berau ini punya potensi luar biasa. Jangan sampai budaya kita justru diceritakan oleh orang luar. Anak-anak daerah harus jadi pelaku utama,” tegasnya.
Ia juga menekankan pendidikan seni tidak terbatas pada keterampilan praktis, tetapi juga membangun cara berpikir kritis dan kemampuan naratif dalam mengangkat budaya lokal ke tingkat global.
Dengan berbagai fasilitas dan peluang yang ditawarkan, ISBI Kaltim optimistis dapat menarik lebih banyak mahasiswa dari Berau dan daerah lain di Kaltim. “Kesempatan ini terbuka lebar, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” tutupnya.
Editor: Erwin