"Kami turun menjadi adiwiyata nasional dan saat ini sedang mencoba kembali dapat mandiri," sebut Sari kepada Korankaltim.com Rabu (1/4/2026)
Adiwiyata sendiri adalah program Kementerian Lingkungan Hidup untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Melalui program ini, sekolah menerapkan perilaku ramah lingkungan secara konsisten, seperti pengelolaan sampah, konservasi energi, dan pembelajaran berbasis lingkungan, untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman serta menjaga pelestarian alam.
Terdapat beberapa tingkatan dalam Adiwiyata sekolah di Indonesia yang tersusun secara berjenjang berdasarkan cakupan wilayah dan pencapaian komitmen lingkungan, yaitu Adiwiyata Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional hingga Mandiri.
Adiwiyata Nasional merupakan penghargaan sekolah peduli lingkungan tingkat nasional (diberikan KLHK) yang umumnya ditempuh setelah tingkat Provinsi.
Sedangkan Adiwiyata Mandiri adalah tingkat tertinggi, yang diwajibkan bagi sekolah yang telah meraih Adiwiyata Nasional, serta harus membina minimal 10 sekolah imbas/binaan agar meraih Adiwiyata Kabupaten/Kota.
"Berbagai upaya kami lakukan, mulai dari meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan hingga menjalankan program yang bekerjasama dengan berbagai pihak. Saat ini berbagai kerajinan berbasis lingkugan sedang kami kerjakan, mulai dari pembuatan kotak makan dari kardus bekas hingga kertas yang berasal dari pati singkong," tutup Sari.
Editor: Aspian Nur