Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah menjelaskan, libur bersama Idulfitri ditetapkan selama dua pekan, yakni mulai 16 hingga 20 Maret 2026 dan dilanjutkan pada 23 hingga 27 Maret 2026.
“Selama masa libur Idulfitri, peserta didik diharapkan memanfaatkan waktu untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat, sehingga nilai persaudaraan dan persatuan dapat semakin kuat,” kata Heriansyah saat dikonfirmasi Korankaltim.com Senin (16/3/2026).
Kegiatan belajar mengajar di sekolah akan kembali aktif pada Senin, 30 Maret 2026. Disdikbud juga mengingatkan para kepala satuan pendidikan untuk menyusun perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan agar tetap selaras dengan kalender pendidikan yang berlaku.
Sekolah diminta bertanggung jawab menjaga keamanan sarana dan prasarana sekolah selama masa libur berlangsung.
“Selama libur, kepala satuan pendidikan tetap harus memastikan keamanan fasilitas sekolah. Kemudian ketika pembelajaran kembali berlangsung, pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip keselamatan, kenyamanan, serta perlindungan bagi peserta didik,” tegas Heriansyah.
Orangtua dan wali murid diaja untuk berperan aktif mendampingi anak selama belajar mandiri di rumah. Pendampingan tersebut dapat dilakukan dengan menumbuhkan kebiasaan positif melalui penerapan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sekaligus memperkuat literasi, numerasi dan pendidikan karakter.
Beberapa kegiatan yang dianjurkan antara lain ibadah dan kajian keagamaan, membaca buku bersama keluarga, permainan yang melatih logika dan kerja sama, serta aktivitas seni, olahraga, maupun budaya sesuai minat anak.
Tak hanya itu, orangtua juga diimbau mengatur penggunaan gawai dan internet oleh anak dengan menetapkan batas waktu penggunaan (screen time), mendampingi saat mengakses media sosial, serta mengarahkan anak pada konten yang bermanfaat.
“Pengawasan orang tua penting agar anak terhindar dari konten negatif seperti kekerasan, pornografi, perjudian, perundungan, hingga disinformasi,” sebut Heriansyah.
Selain aktivitas di rumah, anak-anak juga didorong untuk terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan selama libur Idulfitri, seperti mengikuti kegiatan keagamaan, bersilaturahmi dengan keluarga, serta berpartisipasi dalam kegiatan positif di lingkungan sekitar.
“Momentum libur Idulfitri tidak hanya menjadi waktu beristirahat bagi peserta didik, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan keluarga, dan pembentukan karakter anak,” tutup Heriansyah.
Editor: Aspian Nur