Dia setempat menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.
Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam menyiapkan generasi emas yang sehat, berdaya saing, dan memiliki akses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Menurutnya, masa depan Kaltim sangat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini. Karena itu, anak-anak harus dipastikan tumbuh dalam kondisi sehat, terbebas dari persoalan stunting, serta memperoleh akses pendidikan yang layak dan merata sehingga visi mencetak generasi unggul tidak boleh berhenti sebatas wacana.
Ia menekankan perlunya kebijakan nyata yang diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai dan berkualitas.
“Jika kita berbicara tentang generasi emas, maka pendidikan menjadi fondasi utamanya. Anak-anak harus sehat dan memiliki kesempatan belajar hingga jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Syarifatul juga meminta pemerintah daerah memastikan setiap anak di Kaltim memiliki peluang yang sama untuk melanjutkan pendidikan.
“Tidak hanya sampai tingkat sekolah menengah, tetapi juga hingga perguruan tinggi, bahkan program magister (S2) dan doktoral (S3),” bebernya.
Hal ini dinilai penting guna menciptakan SDM yang mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun global.
Namun demikian, Syarifatul mengingatkan ambisi besar tersebut harus dibarengi dengan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.
Politisi Golkar itu menyoroti masih adanya sejumlah sekolah yang membutuhkan perhatian serius.
“Mulai dari sisi kondisi bangunan, kelengkapan fasilitas penunjang, maupun kenyamanan lingkungan belajar yang belum ideal,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan karena akan berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar.
Ia menyebut pendekatan pembangunan pendidikan harus berorientasi pada nilai kemanusiaan. Peserta didik, katanya, merupakan aset masa depan daerah yang harus diperlakukan secara layak.
“Termasuk dalam penyediaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan potensi mereka secara optimal,” pungkasnya.
Editor: Erwin