Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Kabid PPO Dispora) Kaltim Rasman Rading menjelaskan, kurikulum Fakultas Olahraga nantinya akan diselaraskan dengan standar kepelatihan tiap cabor.
Meski setiap cabang memiliki standar berbeda, jurusan yang dibentuk diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut. “Mungkin setiap cabor punya standar sendiri, tapi jurusan yang ada nantinya sudah sejalan dengan kebutuhan cabor tersebut,” ujar Rasman kepada Korankaltim.com Rabu (4/2/2026).
Nantinya tidak menutup kemungkinan dibuka program studi berbasis cabang olahraga tertentu, seperti yang telah diterapkan di sejumlah negara maju. Namun pada tahap awal penguatan program studi umum akan menjadi prioritas.
Selain kurikulum mahasiswa Fakultas Olahraga diharapkan memiliki latar belakang sebagai atlet. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara penguasaan teori dan praktik.
“Kalau tanpa latar belakang atlet, tentu bisa saja, tapi penyesuaian praktiknya akan lebih lambat. Idealnya memang atlet,” tegas Rasman.
Dengan berdirinya Fakultas Olahraga, Program Studi Pendidikan Jasmani yang saat ini berada di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) akan berdiri sendiri.
Langkah tersebut diharapkan membuat pengelolaan anggaran dan kebijakan lebih fokus pada pembinaan mahasiswa olahraga. Keberadaan fakultas ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas eks Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII/2008 di Kaltim.
Pemanfaatan sarana dan prasarana tersebut akan diatur melalui perjanjian kerja sama antara perguruan tinggi dan Pemprov Kaltim.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Rasman tetap optimistis rencana pendirian Fakultas Olahraga dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Ini niat baik dari rektorat, stakeholder, dan pemangku kepentingan. Kita optimis mudah-mudahan tahun ini Fakultas Olahraga sudah bisa berdiri,” tutup Rasman.
Editor: Aspian Nur