Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Dispora Kaltim Rasman Rading menyebut selama ini Kaltim baru memiliki Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani yang masih berfokus pada aspek kependidikan, belum sepenuhnya mengarah pada ilmu keolahragaan murni.
“Ilmu keolahragaan itu membicarakan psikologi olahraga, gizi atlet, fisiologi olahraga, dan banyak aspek penting lainnya. Itu yang saat ini belum maksimal kita miliki,” ujar Rasman, Rabu (4/2/2026).
Fakultas Olahraga nantinya diharapkan memiliki tiga prodi utama yakni Pendidikan Jasmani, Ilmu Keolahragaan dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Ketiga prodi ini akan menjadi wadah yang linier bagi atlet, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna, untuk melanjutkan pendidikan sesuai pengalaman dan keilmuannya.
Rasman menyoroti kondisi banyak pelatih di daerah yang selama ini mengandalkan pengalaman sebagai atlet, tanpa didukung dasar ilmu kepelatihan yang kuat.
“Pengalaman itu penting, tapi kalau ditambah ilmu kepelatihan, hasilnya jauh lebih baik. Cara menganalisis, menyusun program latihan, dan membaca kondisi atlet tentu berbeda antara yang berilmu dan tidak,” jelasnya.
Masih banyak atlet Kaltim yang justru mengambil jurusan kuliah yang tidak linier disayangkan Rasman, seperti hukum atau ekonomi, karena keterbatasan pilihan pendidikan olahraga di daerah.
“Padahal seharusnya pengalaman atlet itu diperkaya dengan ilmu yang sejalan, agar bisa menularkan pengetahuan itu ke atlet-atlet berikutnya,” ucapnya.
Rencana pendirian Fakultas Olahraga di Universitas Mulawarman (Unmul) sebenarnya sudah diajukan sejak tahun 2023.
Namun Rasman mengakui proses perizinan di tingkat Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) memang tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang. Saat ini, pihak rektorat Unmul kembali menyusun usulan ulang, sekaligus meminta dukungan resmi dari Pemprov Kaltim.
Dalam hal ini, DPRD Kaltim diharapkan mengeluarkan surat rekomendasi sebagai bentuk persetujuan politik dan kelembagaan.
“Kami sudah datang ke DPRD atas permintaan rektor Unmul, agar DPRD mendorong keluarnya rekomendasi pimpinan DPRD terkait persetujuan berdirinya Fakultas Olahraga,” ungkap Rasman.
Respons DPRD Kaltim sangat positif, bahkan menilai usulan tersebut terbilang terlambat, mengingat potensi atlet Kaltim yang selama ini cukup besar.
Editor: Aspian Nur