Untuk mencegah kejadian serupa, DPRD Kaltim meminta pemerintah memperkuat langkah pencegahan serta memastikan pengawasan berjalan hingga ke tingkat penerima manfaat, yakni para pelajar.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Damayanti menyebut pentingnya keterlibatan langsung murid dan siswa dalam mengawasi kualitas makanan yang mereka terima.
Para pelajar Diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan menu MBG yang tidak layak konsumsi, seperti makanan basi atau bermasalah.
Perhatian tersebut disampaikan sebagai bentuk antisipasi agar kasus keracunan tidak terjadi di Benua Etam.
Sebelumnya sempat muncul keluhan dari siswa SMAN yang ada di Samarinda yang mengaku menerima makanan MBG dalam kondisi kurang layak.
“Para pelajar jangan takut untuk melapor jika menemukan makanan MBG yang bermasalah. Itu bagian dari evaluasi bersama. Pihak sekolah juga harus berani menyampaikan temuan atau keluhan secara langsung kepada vendor penyedia,” ujar Damayanti, Rabu (4/2/2026).
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang harus menjadi perhatian semua pihak.
Sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo, MBG diharapkan benar-benar memberikan asupan gizi yang berkualitas bagi pelajar.
“Yang dimaksud layak itu bukan sekadar ada makanan, tetapi makanan yang sehat dan memenuhi standar gizi, termasuk prinsip empat sehat lima sempurna,” jelasnya.
Setiap temuan terkait pelaksanaan MBG perlu dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang berwenang.
Laporan tersebut sangat penting sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan program dapat terus diperbaiki.
“Laporan dari lapangan sangat dibutuhkan untuk memastikan apakah program ini sudah sesuai standar atau masih perlu perbaikan,” jelas Politisi PKB itu.
Seluruh Sentra Pangan dan Gizi (SPPG) di Kaltim didorong agar tetap konsisten menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
Peran SPPG dinilai krusial dalam menjamin kualitas makanan, mulai dari pemilihan bahan, kandungan gizi, hingga kelayakan distribusi kepada para pelajar.
“SPPG memegang peran penting dalam rantai MBG. Kualitas dan keamanan makanan harus menjadi prioritas utama,” pungkas Damayanti.
Editor Aspian Nur