Pernyataan ini muncul menyusul wacana pembentukan Dana Abadi Pendidikan (DAP) yang diusulkan bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai gagasan tersebut memiliki potensi, namun membutuhkan kajian lebih mendalam sebelum bisa diimplementasikan.
“Pada prinsipnya CSR bisa menjadi salah satu sumber dana abadi pendidikan,” kata dia, Selasa (3/2/2026).
“Namun, perlu ada penyamaan perspektif terlebih dahulu melalui rapat dengar pendapat atau presentasi resmi, minimal dengan komisi terkait di DPRD Kaltim,” sambungnya.
Sementara itu, Dewan Pengurus Pendidikan Kaltim, Rediyono, menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pembiayaan pendidikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, pembentukan Dana Abadi Pendidikan menjadi langkah strategis untuk menghadapi meningkatnya kebutuhan anggaran pendidikan di tengah terbatasnya kapasitas fiskal daerah.
“Selama ini, Kaltim belum memiliki skema pendanaan pendidikan yang berkelanjutan. Dana abadi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, yang bersumber dari kontribusi CSR perusahaan dan dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Abadi Pendidikan (LPDAP),” kata Rediyono.
Skema pengelolaan dana abadi ini dirancang dengan prinsip bahwa dana pokok tidak boleh berkurang.
Pendapatan dari hasil pengelolaan atau investasi dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung berbagai program pendidikan, termasuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Nasional, BOS Daerah, dan program sejenis lainnya, seperti Gratispol.
Selain aspek teknis pengelolaan, Agusriansyah menekankan pentingnya alur koordinasi kelembagaan sebelum program dibahas di DPRD.
Dia menegaskan, Dewan Pendidikan seharusnya terlebih dahulu mempresentasikan konsep Dana Abadi Pendidikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, khususnya kepada Gubernur dan Dinas Pendidikan.
“Langkah ini penting agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama dan program dapat berjalan efektif,” ujarnya.
DPRD Kaltim kata dia, menunjukkan sikap proaktif untuk memastikan bahwa rencana Dana Abadi Pendidikan bukan hanya ide semata.
“Tetapi skema yang matang dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pendidikan di provinsi ini,” pungkasnya.
Editor: Erwin