Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Darlis Pattalongi menyebut rencana pendirian FIK bukan sekadar agenda internal kampus, melainkan telah menjadi kebutuhan daerah yang mendesak.
Keberadaan fakultas khusus keolahragaan sangat penting untuk menjawab tantangan pengembangan olahraga di Kaltim.
“Unmul sejatinya sudah mulai merintis pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan sejak tahun 2023, namun hingga saat ini belum terealisasi padahal kalau dilihat secara menyeluruh, kebutuhan akan FIK tidak hanya dirasakan oleh Unmul, tetapi juga oleh Kaltim secara umum,” kata Darlis Selasa (3/2/2026).
Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi urgensi pendirian FIK di Unmul. Pertama Kaltim masih mengalami keterbatasan tenaga pendidik olahraga di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan kejuruan.
Kedua, keberadaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim yang setiap tahun meluluskan sekitar 40 atlet berprestasi belum diimbangi dengan ketersediaan pendidikan tinggi atau S1 keolahragaan di daerah.
Kondisi ini menyebabkan para lulusan SKOI harus melanjutkan pendidikan ke luar daerah apabila ingin mendalami ilmu keolahragaan secara akademis.
Alasan ketiga, Kaltim dinilai memiliki sarana dan prasarana olahraga yang sangat memadai, termasuk fasilitas peninggalan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII/2008.
Namun pemanfaatan fasilitas tersebut belum optimal karena belum adanya institusi pendidikan tinggi yang secara khusus berfokus pada pengelolaan, penelitian, dan pengembangan ilmu keolahragaan secara profesional.
“Dengan hadirnya Fakultas Ilmu Keolahragaan, fasilitas olahraga yang sudah ada dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal, fungsional, produktif, dan berkelanjutan,” jelas Darlis.
Tren penurunan prestasi olahraga Kaltim dalam beberapa tahun terakhir juga jadi sorotan dan diharapkan pendirian FIK di Unmul dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus mengembalikan prestasi olahraga daerah di tingkat nasional.
Editor: Aspian Nur