Kedua siswa yang mengharumkan nama sekolah dan daerah tersebut adalah Muhammad Arkenzy Mahardika, siswa Kelas IX Al Jabbar, serta Athyfa Aliya Rahma, siswi Kelas IX Fatimah.
Keduanya dinyatakan lolos setelah melalui proses seleksi yang ketat dan kompetitif di tingkat sebelumnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong dalam mengembangkan potensi akademik siswa, khususnya dalam bidang bahasa Arab, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter unggul sejak dini.
Menanggapi capaian tersebut, guru pembimbing sekaligus pendidik di SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong, Sopyan Anwar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan para siswa.
“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta kesungguhan ananda dalam belajar. Kami sangat bangga dan berharap mereka dapat tampil maksimal di babak semifinal nanti, dengan tetap menjaga akhlak dan adab sebagai pelajar muslim,” kata Sopyan kepada Korankaltim.com, Minggu (1/2/2026).
Pihak sekolah juga mengajak seluruh orang tua, wali murid, serta keluarga besar SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong untuk memberikan doa dan dukungan agar para siswa diberikan kelancaran, kemudahan, serta hasil terbaik pada tahap selanjutnya.
Melalui prestasi ini, SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong kembali meneguhkan visinya sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas, dan berbudaya, serta mampu berprestasi di tingkat internasional.
“Semoga di Malaysia nanti anak-anak kita ini mampu maksimal dan menorehkan prestasi yang membanggakan bagi orang tua sekolah dan juga nama harum Kutai Kartanegara, aamiin,” harap Sopyan.
Editor: Erwin