Kadisdikbud Soroti Pemerataan MBG, Kekurangan SPPG Jadi Kendala
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kaltim dinilai belum sepenuhnya menjangkau seluruh siswa.
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kaltim dinilai belum sepenuhnya menjangkau seluruh siswa.
Hal ini diketahui setelah adanya pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kaltim, Armin, untuk mendorong pemetaan yang jelas terhadap penerima program MBG agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran.
Dia menyoroti seharusnya prioritas penerima MBG adalah peserta didik dari keluarga kurang mampu. Sebab tanpa pemetaan yang matang, program berpotensi tidak tepat sasaran dan justru dinikmati oleh siswa yang secara ekonomi relatif mampu.
Menurutnya, skala prioritas harus jelas agar manfaat program dirasakan oleh anak-anak yang paling membutuhkan.
Armin juga menyatakan masih adanya sekolah dengan kondisi ekonomi siswa yang membutuhkan namun belum tersentuh MBG, salah satunya SMK Pelayaran di Samarinda. Menurutnya mayoritas siswa di sekolah tersebut bukan berasal dari keluarga ekonomi menengah ke atas, sehingga seharusnya menjadi perhatian utama dalam penyaluran program.
Saat diminta tanggapan terkait pernyataan Disdikbud Kaltim tersebut, Pendamping Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Regional Kaltim, M. Sirajul Amin Mubarak, mengakui masih ada siswa yang belum menerima manfaat program tersebut akibat keterbatasan jumlah SPPG yang beroperasi. Dia juga mengatakan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi tersebut.
“Saat ini sebagian besar SPPG masih dalam tahap pembangunan sehingga kapasitas distribusi MBG belum optimal,” ujar Sirajul, Kamis (29/1/2026).
Dia menerangkan, untuk satu SPPG maksimal mendistribusikan 3.000 porsi per hari dengan jangkauan radius enam kilometer atau waktu tempuh 30 menit. Walaupun sekarang jumlah SPPG di Kaltim telah mencapai 161 unit, angka tersebut dinilai masih jauh dari target ideal.
“Berdasarkan perhitungan kebutuhan, Kaltim membutuhkan sedikitnya 372 SPPG agar distribusi MBG dapat merata,” ucapnya.
Terkait penentuan penerima manfaat, Sirajul juga menegaskan tidak ada klasifikasi berdasarkan kondisi ekonomi. Seluruh siswa kata dia berhak menerima MBG, dengan penentuan sekolah penerima didasarkan pada kedekatan lokasi dengan SPPG sesuai radius layanan yang ditetapkan.
“Penentuan penerima murni berdasarkan jarak dan kapasitas SPPG, bukan kelas ekonomi,” katanya.
Dari hasil evaluasi, salah satu kendala utama yang masih ditemui oleh pihaknya adalah belum terpenuhinya masa komitmen calon mitra sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), yakni selama 45 hari. Hal ini ungkap Sirajul, menyebabkan realisasi operasional sejumlah SPPG mengalami keterlambatan.
Editor: Erwin







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
111 km Tenggara SELAYAR-SULSEL
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG