Program unggulan Wali Kota seperti seragam sekolah gratis melalui dana BOS, subsidi SPP hingga peningkatan kesejahteraan guru dipastikan terus berlanjut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Irfan Taufik menjelaskan, anggaran pendidikan justru terdapat peningkatan karena sektor ini menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah daerah.
“Program seragam gratis, dana BOS dan subsidi SPP tetap berjalan. Tidak ada yang dikurangi di tahun 2026. Anggaran meningkat karena memang menjadi prioritas,” kata Irfan Sabtu (17/1/2026).
Satu diantara faktor utama meningkatnya anggaran adalah kenaikan gaji guru. Pemerintah Kota Balikpapan menaikkan gaji guru yang sebelumnya berkisar di angka Rp1 jutaan menjadi sekitar Rp3,5 juta. Kebijakan ini dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus menjaga kualitas pendidikan.
“Gaji guru dinaikkan menjadi Rp3,5 Juta, cukup membebani anggaran, tetapi ini kebutuhan dasar. Sekolah tidak akan berjalan baik kalau gurunya tidak terpenuhi,” ujarnya.
Saat ini pemenuhan kebutuhan guru di sekolah-sekolah Balikpapan ditargetkan mencapai 80 hingga 85 persen. Target tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kalau dipaksakan sampai 100 persen, kekuatan anggaran belum mampu. Saat ini kami baru bisa menerima sekitar 600 guru,” jelas Irfan.
Selain itu, insentif bagi guru juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat menambah motivasi dan kinerja tenaga pendidik dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Balikpapan.
Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah, seiring upaya mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
Editor: Aspian Nur