Sekolah tersebut berharap program nasional itu dapat direalisasikan pada 2026, setelah sebelumnya belum terealisasi meski telah masuk pendataan.
Kepala SDN 005 Samarinda Ulu, Sumaryanto, mengatakan proses pelaksanaan MBG tidak bisa dilakukan secara serentak karena jumlah sekolah dan siswa yang sangat besar di seluruh Indonesia. Karena itu, pihak sekolah memilih bersabar dan menunggu giliran.
“Kami memahami pelaksanaannya tidak mudah. Jumlah murid dan sekolah di Indonesia sangat banyak, jadi kami menunggu saja giliran,” kata dia, Rabu (14/1/2025).
Ia menjelaskan, SDN 005 sebenarnya telah didata pada 2025. Namun hingga akhir tahun lalu, sekolah tersebut belum mendapatkan pelaksanaan MBG. Harapan pun kembali disematkan pada tahun ini.
“Tahun 2025 kami sudah didata, tapi sampai Desember belum mendapatkan. Mudah-mudahan di 2026 ini bisa terealisasi,” ujarnya.
Menurut Sumaryanto, para siswa kerap mempertanyakan kapan program MBG akan diterapkan di sekolah mereka, terutama setelah melihat sekolah lain yang sudah lebih dulu menerima manfaat tersebut.
“Anak-anak sering bertanya, ‘Pak, kapan MBG?’ Karena mereka lihat di media sosial atau sekolah lain sudah dapat. Kami selalu minta mereka sabar,” ucapnya.
Di wilayah Kecamatan Samarinda Ulu, lanjut Sumaryanto, masih terdapat sejumlah sekolah yang belum menerima MBG. Selain SDN 005, beberapa sekolah lain seperti SDN 008, SDN 021, dan SDN 015 juga belum mendapatkan giliran.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima, salah satu kendala pada tahap awal adalah kesiapan dapur penyedia serta kelengkapan sertifikasi pendukung pelaksanaan program.
“Waktu itu tim pendataan menyampaikan masih menunggu kesiapan dapur dan sertifikatnya,” jelasnya.
Saat ini, SDN 005 Samarinda Ulu memiliki sekitar 675 siswa. Pihak sekolah berharap program MBG nantinya dapat segera menjangkau seluruh peserta didik demi mendukung pemenuhan gizi dan proses belajar yang lebih optimal.
“Kami berharap 2026 bisa menjadi tahun realisasi, sehingga anak-anak juga bisa merasakan manfaat program MBG,” tutupnya.
Editor: Erwin