Pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Tenggarong, dihadiri Ketua Yayasan Kutai Kartanegara Agus Setia Gunawan serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Kukar yang diwakili Asisten I Sekretariat Kabupaten Kukar, Ahmad Taufik Hidayat dan Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani.
Usai pelantikan, Ince Raden menegaskan komitmennya membawa Unikarta bergerak menuju universitas yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, penguatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta unsur penunjang lainnya menjadi fokus utama kepemimpinannya.
“Unikarta harus benar-benar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif. Namun kami juga menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi, terutama dari aspek sumber daya manusia,” ujarnya kepada awak media siang tadi.
Saat ini jumlah dosen bergelar doktor di Unikarta baru mencapai sekitar 30 persen. Nantinya ditargetkan peningkatan hingga 50 persen. Selain itu, peningkatan jumlah profesor juga menjadi prioritas, meskipun Unikarta saat ini tercatat sebagai universitas kedua di Kalimantan dengan jumlah profesor terbanyak.
“Keberadaan profesor sangat penting karena berperan besar dalam mentransformasikan keilmuan dan pengembangan akademik di lingkungan kampus,” ucap Ince.
Dari sisi infrastruktur diharapkan pengembangan kawasan kampus Unikarta di Gunung Kombeng dapat terus dilanjutkan. Untuk itu, dukungan pemerintah daerah dinilai sangat penting, termasuk penyerahan aset yang berada di wilayah Tenggarong Seberang.
“Dengan dukungan tersebut, Unikarta dapat bermitra dan bekerja sama dengan pihak swasta dalam proses pembangunan. Harapan kami, inisiatif ini bisa terealisasi di periode kepemimpinan kami,” katanya.
Selain penguatan akademik dan infrastruktur, Unikarta juga menaruh perhatian besar pada pengembangan kemahasiswaan dan kewirausahaan. Prof. Ince menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN).
“Kami ingin mahasiswa mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui unit-unit usaha yang dikembangkan selama masa studi. Karena itu, visi kami adalah menjadikan Unikarta sebagai smart university sekaligus entrepreneur university,” tegasnya.
Terkait rencana pembukaan program studi baru, Ince mengakui masih adanya keterbatasan infrastruktur. Namun, ia menyebutkan Bupati Kutai Kartanegara mendorong agar program studi di Unikarta mampu menjawab kebutuhan daerah, khususnya di bidang kesehatan dan teknik informatika.
“Pembukaan program studi baru tentu membutuhkan kesiapan SDM, ruang, dan fasilitas. Dengan kolaborasi bersama, kami berharap dukungan dari pemerintah daerah serta perusahaan-perusahaan di Kukar, baik sektor migas, pertambangan, perkebunan, maupun BUMD,” ungkapnya.
Beberapa program studi yang direncanakan antara lain Teknik Informatika dan program studi bidang kesehatan. Bahkan, terdapat harapan untuk membuka Fakultas Kedokteran, meskipun tantangannya cukup besar karena membutuhkan sekitar 29 dokter spesialis.
“Kami berupaya meletakkan pondasi sejak sekarang melalui perencanaan yang matang, baik dari sisi SDM maupun infrastruktur. Setidaknya roadmap-nya sudah kami siapkan,” tambahnya.
Kemudian dalam upaya meningkatkan relevansi lulusan dengan dunia kerja, Unikarta juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan dan lembaga keuangan seperti Pegadaian. Kerja sama tersebut mencakup kesejahteraan tenaga kependidikan dan dosen, kemahasiswaan, hingga pengembangan kewirausahaan.
“Unikarta terbuka bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki visi sejalan, dan semua akan diaktualisasikan sesuai roadmap pengembangan kampus,” kata bebernya.
Ia juga menyoroti peran Fakultas Pertanian Unikarta yang memiliki program studi Agribisnis dan Agroteknologi. Saat ini, pihak kampus tengah merintis kerja sama dengan sejumlah perusahaan perkebunan di Kutai Kartanegara.
“Kami ingin kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan Unikarta benar-benar siap kerja dan relevan dengan dunia usaha,” tutup Ince.
Editor: Aspian Nur