Ketua Tim Kerja Humas Publikasi, Dokumentasi, dan Protokoler UINSI Samarinda, Agus Prajitno, mengungkapkan bahwa sejak 2019 hingga 2025, UINSI telah mengoleksi tujuh penghargaan, baik berupa piala maupun sertifikat.
Dari keseluruhan capaian tersebut, tahun 2025 menjadi periode dengan raihan terbanyak, yakni tiga penghargaan sekaligus.
“Penghargaan ini tidak hanya dari Kaltim, tetapi juga tingkat nasional. Ini hasil kerja panjang dan kolektif,” ujar Agus.
Agus menuturkan, fondasi keberhasilan humas UINSI tidak lepas dari visi besar pimpinan universitas, khususnya Rektor saat itu, Prof Mukhamad Ilyasin, yang diteruskan oleh Prof Zurqoni (rektor saat ini) yang menyiapkan skenario manajemen untuk transformasi kelembagaan. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan branding kampus melalui publikasi yang masif dan terencana.
“Tanpa publikasi, sebaik apa pun program tidak akan terbaca oleh publik. Karena itu humas dibangun dengan serius,” jelasnya.
Sejak ditugaskan di Humas pada 2018–2019, Agus dipercaya sebagai koordinator dengan latar belakang pengalaman di bidang komunikasi, Sistem Informasi Pertanahan Geomatika UGM dan pengalaman dibidang komunikasi kehumasan, intertainment, pengembangan minat bakat dan protokoler.
Dalam membangun tim, Agus menerapkan filosofi SIP, atau Spiritualitas, Intelektualitas, dan Profesionalitas. Spiritualitas menjadi fondasi nilai, intelektualitas didukung oleh kompetensi sumber daya manusia, sementara profesionalitas dibentuk melalui disiplin, etos kerja, dan standar mutu yang ketat.
“Kami semua berangkat dari nol. Profesionalitas itu yang dibangun bersama,” tegasnya.
Ia mengakui, kedisiplinan dan ketegasannya kerap dirasakan sebagai tekanan. Namun semua itu dilakukan dalam kerangka membangun kualitas dan tanggung jawab bersama. Kunci utamanya adalah komunikasi, tanpa itu perencanaan terbaik pun akan buntu.
Dia menekankan, setiap produk humas, baik tulisan, foto, maupun video harus memenuhi standar kelayakan publikasi, karena konten tersebut dibaca oleh dunia.
“Video harus bersih, fokus pada tema, tidak ada visual yang mengganggu atau tidak relevan. Semua harus sesuai kaidah,” jelasnya.
Selain aspek teknis, nilai keislaman juga menjadi perhatian utama. Mulai dari salam pembuka, penutup doa, hingga penampilan model dalam konten publikasi harus mencerminkan etika dan akhlak Islami.
“Kampus Islam punya karakter. Itu harus tampak dalam setiap konten,” katanya.
Menurut Agus, bekerja di humas menuntut kesiapsiagaan tinggi, bahkan di luar jam kerja. Namun hal tersebut tidak berarti bekerja 24 jam penuh, melainkan menyediakan waktu dan kesiapan saat dibutuhkan.
“Keluarga adalah kunci. Tanpa pengertian keluarga, pekerjaan ini tidak mungkin berjalan,” ujarnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya etika kerja, termasuk pengelolaan waktu agar tidak terjadi “korupsi waktu”, dengan prinsip saling menggantikan jam kerja secara adil.
Dalam menghadapi isu, hoaks, hingga potensi krisis seperti demonstrasi mahasiswa atau kasus kejahatan siber, humas UINSI menjalankan fungsi monitoring media dan klarifikasi cepat.
Informasi yang beredar disaring, diverifikasi, lalu disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pengambilan keputusan.
“Humas bukan memprovokasi, tapi menginformasikan agar pimpinan siap,” tegasnya.
Dalam menjangkau audiens muda, humas UINSI juga menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakter Generasi Z, terutama di media sosial seperti Instagram, tanpa meninggalkan nilai dan kaidah institusi pemerintah.
Selain itu, kerja sama dengan duta kampus dan alumni yang memiliki pengikut besar di media sosial menjadi salah satu strategi efektif untuk memperluas jangkauan informasi, khususnya dalam promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
“Kolaborasi itu kuncinya. Bahkan yang sudah wisuda pun tetap kami ajak,” pungkasnya.
Daftar prestasi tim kerja Humas, Publikasi, Dokumentasi dan Protokoler UINSI Samarinda:
1. PERINGKAT KE-3, Implementasi Terbaik Keterbukaan Informasi Publik Via Website Kategori Perguruan Tinggi se Kaltim Tahun 2019.
2. TERBAIK 1, Publikasi SPAN UM PTKIN Kategori IAIN Tahun 2020.
3. UINSI NEWS mendapat ISSN (International Standard Serial Number) untuk Indonesia yang berpusat di Paris. ISSN : 2828 – 3317 (Media Cetak) Mulai Volume 7 Nomor 2 Tahun 2021.
4. PERINGKAT 3, Kategori PTKI Se-Indonesia terkait Publikasi dan Pengelolaan Website yang mendukung Toleransi Internasional dan Moderasi Beragama pada Humas Award yang diselenggarakan Kemenag RI Tahun 2022.
5. JUARA 2, Kategori Kampanye Komunikasi Publik PTN Se Indonesia pada Anugerah Media Humas Komdigi Tahun 2025.
6. JUARA 1, Pengelolaan Komunikasi Inovatif PTKN Se Indonesia pada Humas Award Kemenag 2025.
7. Pengelola Media Sosial PTKN Se Indonesia TERBAIK pada Humas Award Kemenag 2025
Dan salah satu produknya adalah majalah kampus "UINSI News" yang mendapat ISSN (Internatinal Standart Serial Number) dari Paris.
Editor: Erwin