Kepala Pusat Informasi dan Seleksi Mahasiswa Baru UINSI Samarinda Muhammad Ridho Muttaqin menjelaskan proses penerimaan tetap dibagi ke dalam dua jalur yakni jalur Kementerian Agama dan jalur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Untuk jalur Kementerian Agama, menggunakan sistem PMB PTKIN, yang sebelumnya dikenal sebagai SPAN-UM. Jalur ini diperuntukkan bagi program studi keagamaan seperti Pendidikan Agama Islam dan prodi lain yang berada di bawah Kemenag.
“Semua UIN, IAIN, dan STAIN menggunakan jalur PMB PTKIN untuk prodi-prodi keagamaan. Karena sekarang kita sudah berstatus universitas, maka kita juga memiliki jalur umum,” kata Ridho kepada Korankaltim.com Senin (8/12/2025) hari ini.
Untuk jalur Kemendikbudristek, pendaftar dapat melalui SNBP dan SNBT, khusus bagi program-program lintas keilmuan seperti Sistem Informasi. Jalur ini tidak masuk dalam PMB PTKIN karena izin program studinya berada di bawah kementerian non-Kemenag.
Kedua jalur, baik Kemenag maupun jalur umum, sama-sama menyediakan jalur prestasi dan jalur tes. Bila calon mahasiswa tidak lolos dari empat jalur tersebut, UINSI masih membuka peluang melalui jalur mandiri. Namun jalur mandiri sangat bergantung pada ketersediaan kursi yang tersisa.
“Jalur mandiri biasanya hanya mengisi kuota yang tidak terpenuhi di jalur utama. Jadi daya tampungnya sangat terbatas,” ucap Ridho lagi.
Keputusan resmi mengenai kuota penerimaan mahasiswa baru belum ditetapkan. Penentuan daya tampung akan dibahas setelah proses evaluasi akademik pada Desember 2025.
“Kami masih menunggu regulasi dan evaluasi. Kuota selalu dibahas bersama tim akademik. Tahun ini belum keluar angka pastinya,” sebutnya.
Meski begitu animo pendaftar dan jumlah mahasiswa yang registrasi ulang terus meningkat setiap tahun. Pihak kampus tetap menyesuaikan jumlah penerimaan dengan kapasitas kelas, ketersediaan ruang, serta rasio dosen.
“Misalnya prodi Bahasa Inggris hanya tersedia dua kelas, maka kita hanya membuka pendaftaran untuk dua kelas itu. Kita menyesuaikan ruang yang tersedia,” kata Ridho.
Launching skema PMB diperkirakan berlangsung pada Desember 2025 dan menurut Ridho, penetapan kuota nantinya akan mencakup semua jenjang, sarjana, magister, dan doktor. “Kuota daya tampung dibahas untuk seluruh jenjang. Biasanya final setelah evaluasi akademik akhir tahun,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur