Event ini bukan hanya menjadi ajang hiburan bagi ratusan penonton, tetapi juga memiliki tujuan besar mendorong ekonomi lokal dan membuka ruang yang lebih luas bagi seniman-seniman daerah untuk tampil.
Ketua Panitia Vibrasik, Muhammad Zul Haidir Daffari, menegaskan bahwa konsep acara ini dibangun dengan semangat pemberdayaan talenta lokal.
“Konsep Vibrasik terinspirasi dari konser gigs atau konser kecil-kecilan yang biasanya dilakukan di kafe. Kami mencoba mengadaptasinya ke ruang kampus agar tetap menghadirkan nuansa yang sama, hanya saja dengan penyesuaian seperti adanya tenant dan format yang lebih besar,” ujar Zul.
Antusiasme penonton terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 150 orang melalui tiket online, ditambah sekitar 30 peserta yang membeli tiket secara On The Spot (OTS).
“Total kemungkinan peserta yang hadir berada di kisaran 180 orang,” jelasnya.
Zul mengatakan, Vibrasik merupakan bagian dari tugas UAS mata kuliah pengorganisasian dan perencanaan event. Seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 5 kelas B terlibat sebagai panitia, sementara kelas A sebelumnya juga telah menggelar event bertajuk Artopia.
“Ini tugas UAS kami sebagai mahasiswa kelas B angkatan 2023. Kepanitiaan dibentuk dari satu kelas untuk memastikan event berjalan profesional,” katanya.
Nama Vibrasik dipilih dari perpaduan kata vibration dan asik, yang mencerminkan konsep acara yang menyuguhkan energi musik dan suasana hangat bagi para penikmatnya.
“Karena konsepnya konser musik, vibrasi sangat dekat dengan dunia itu. Sementara ‘asik’ kami pilih karena kami ingin event ini menjadi ruang yang menyenangkan bagi semua orang,” tuturnya.
Seluruh pengisi acara berasal dari Kaltim, termasuk dua nama besar, Davy Jones dan Sister Someday, dua band yang sebelumnya menjadi opener konser Hindia di Samarinda. Selain itu, sejumlah musisi lokal yang sedang merintis karier juga mendapat kesempatan tampil.
Zul menegaskan bahwa Vibrasik dirancang berdasarkan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya peningkatan ekonomi kreatif lokal dan dukungan bagi pelaku seni daerah.
“Tujuan kami adalah meningkatkan ekonomi lokal serta menyediakan ruang untuk seniman-seniman yang selama ini punya karya, tapi minim panggung untuk menampilkannya,” tutupnya.
Editor: Erwin