Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unikarta Mubarak menjelaskan, Senat Unikarta sudah membentuk panitia pemilihan rektor periode 2025-2029 untuk menjaring calon rektor baru dan sudah melakukan konsolidasi, koordinasi, penyusunan konsultasi petunjuk pelaksanaan tata cara dan tata tertib pemilihan.
Panitia pemilihan juga sudah menerima penyerahan verifikasi administrasi pendaftaran bakal calon rektor kepada Yayasan Kutai Kartanegara.
“Tanggal 28 November besok sudah dilakukan penetapan calon rektor oleh yayasan, karena berkas yang kami terima ada dua bakal calon dan sudah kami verifikasi kelengkapannya,” kata Mubarak kepada Korankaltim.com, Kamis (27/11/2025).
Sebelumnya pada tahapan penetapan bakal calon ada empat orang yang mendaftar jadi rektor di Kampus Ungu namun mengerucut menjadi dua yakni rector incumbent Prof Ince Raden dan Doktor Ansahar yang sejatinya tak lagi asing karena telah lama mengabdi di Fakultas Teknik Unikarta dan merupakan lulusan Institute Pertanian Bogor (IPB).
“Yang mendaftar ada dua orang, Pak Ince Raden dan Pak Ansahar, tapi dari berkas persyaratan kelengkapan yang ditampilkan hanya Pak Ince saja yang melengkapi secara keseluruhan. Untuk berkas Pak Ansahar itu masih kekurangan terkait dengan kepangkatan dan berkas dari rumah sakit pemerintah tidak ada,” ungkapnya
Kewenangan untuk menetapkan calon ini adalah wewenang dari pihak Yayasan Kutai Kartanegara. “Sepanjang kami ketahui kalau berkasnya kurang maka tidak bisa dilengkapi lagi, jadi kemungkinan besar incumbent saja yang maju yaitu Pak Ince,” jelas Mubarak.
Kalau hal itu terjadi maka tahapan selanjutnya tetap diberlakukan yakni memberikan kesempatan kepada calon rektor melakukan rencana aksi (action plan) dengan memaparkan visi misi dipanggung akademisi awal Desember mendatang bulan depan.
Action plan masih perlu karena itu berupa rancangan dalam kepemimpinan ke depan jadi di pemilihan tahun ini pihak panitia merancang setiap calon rektor yang ditetapkan oleh yayasan wajib menyampaikan visi misi action plan yang menyentuh semua pihak termasuk dosen, karyawan dan mahasiswa.
“Kami menyediakan momentum itu mimbar akademik untuk menyerap aspirasi semua pihak untuk jadi acuan kerjanya ke depan dan itu istilahnya konsensus dengan civitas Unikarta,” tutup Mubarak.
Editor: Aspian Nur