Rencana pengadaan perangkat pembelajaran digital tersebut mendapat sambutan positif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda.
Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin mengatakan mereka siap beradaptasi dengan kebijakan pusat sambil menunggu kejelasan teknis pelaksanaannya.
“Saya dapat informasi program itu masih dipertimbangkan kembali. Kalau jadi dilaksanakan, saya kira tidak apa-apa karena teknologinya di atas papan tulis klasik, lebih interaktif,” ujar Asli kepada Korankaltim.com Senin (13/10/2025) hari ini.
Berbeda dengan papan tulis konvensional, IFP merupakan perangkat multifungsi yang berfungsi sebagai monitor, computer sekaligus papan tulis digital interaktif.
Alat ini memungkinkan guru menampilkan materi ajar secara dinamis tanpa koneksi internet, dengan konten pembelajaran yang dapat diunduh melalui kanal Ruang Murid di platform Rumah Pendidikan.
Di Kota Tepian, penerapan teknologi serupa sebenarnya sudah dilakukan yaitu di Sekolah Terpadu Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, yang telah dilengkapi perangkat digital lengkap dengan fitur e-book dan laboratorium pembelajaran.
“Di sekolah terpadu ada yang lengkap, nilainya hampir Rp200 juta per unit. Sudah ada e-book, laboratorium digital dan berbagai fitur lainnya,” jelas Asli.
Keberadaan perangkat semacam itu akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Menurutnya, teknologi interaktif seperti IFP dapat memperkaya metode pengajaran dan membuat proses belajar lebih efisien.
“Kami bersyukur kalau memang ada bantuan dari kementerian. Tinggal nanti kita distribusikan ke sekolah-sekolah karena fungsinya jauh lebih bagus dari papan tulis biasa,” ucap Asli.
Diketahui, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menargetkan pengiriman perangkat IFP ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia rampung pada pertengahan Desember 2025.
Paling lambat pertengahan bulan tersebut perangkat sudah diterima di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan negeri dan swasta di seluruh Indonesia. “Nanti tinggal SDM-nya yang perlu diperkuat,” ucap Asli.
Editor: Aspian Nur