Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Ananda Emira Moeis. Ananda mengharapkan para mahasiswa Benua Etam yang saat ini menempuh studi di luar negeri agar setelah lulus tidak ragu untuk kembali ke tanah kelahiran.
Kehadiran mereka dinilai sangat penting untuk memperkuat pembangunan daerah di berbagai sektor strategis. Sumber daya manusia yang menimba ilmu di luar negeri merupakan aset yang amat berharga.
Ilmu dan pengalaman yang diperoleh di kancah internasional diharapkan dapat diaplikasikan di daerah, khususnya pada bidang-bidang yang masih membutuhkan tenaga ahli.
“Para lulusan kedokteran maupun bidang keahlian khusus lainnya sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam pelayanan kesehatan,” kata Ananda kepada Korankaltim.com Senin (29/9/2025).
Data tahun 2021 lalu mencatat Indonesia memiliki sekitar 56 ribu mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri. Angka itu menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pelajar internasional terbanyak di ASEAN setelah Vietnam.
Fakta tersebut menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan bila para lulusan bersedia kembali dan berkontribusi di daerah asalnya.
Meski begitu, ia tidak menutup mata terhadap tantangan yang kerap menghambat. Perbedaan penghasilan antara bekerja di luar negeri dan di Indonesia, menurutnya, menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan mahasiswa untuk kembali. Namun ia percaya semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap kampung halaman dapat menjadi pendorong kuat.
“Ini bukan hanya soal karier, tetapi juga soal komitmen dan kontribusi bagi daerah. Pemerintah daerah harus menjalin komunikasi yang intensif dengan para mahasiswa dan alumni luar negeri, agar tercipta ikatan emosional yang kuat,” ucap Ananda.
Editor: Aspian Nur