Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah tuntas, siswa baru di Kaltim belum juga menerima seragam sekolah sebagaimana yang dijanjikan dalam program unggulan pemerintah daerah.
Sarkowi pun menjelaskan, belum terealisasinya program tersebut bukan berarti dihentikan. Ia tegaskan keterlambatan terjadi karena persoalan anggaran yang masih menunggu pengesahan.
“Banyak orang tua yang bertanya, katanya seragam gratis, tapi sampai sekarang belum ada. Kami memahami keluhan itu. Hanya saja, realisasinya harus menunggu anggaran diketok melalui pembahasan di DPRD,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).
Menurut Sarkowi, mekanisme penganggaran masih berjalan. Setelah pandangan umum fraksi disampaikan, pemerintah daerah akan memberikan jawaban, lalu dilanjutkan ke tahap pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025.
Secara teknis pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan program ini. Jenis seragam dan jumlah penerima telah ditentukan bahkan diumumkan, namun pelaksanaan masih terikat aturan administrasi.
“Anggarannya sudah ditempatkan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, yaitu Dinas Pendidikan Kaltim. Tinggal menunggu proses pengesahan APBD-P agar bisa direalisasikan,” terangnya.
Sarkowi menambahkan, seragam gratis masuk dalam skema program sekolah gratis, yang menjadi salah satu prioritas Pemprov Kaltim.
Komisi IV DPRD Kaltim pun telah membahas detail rencana ini bersama pihak eksekutif. Meski begitu, ia meminta masyarakat bersabar hingga seluruh prosedur selesai.
DPRD Kaltim berjanji akan terus mengawal agar janji politik tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa baru dan meringankan beban orang tua.
“Kami pastikan, setelah anggaran disahkan, program ini akan segera berjalan. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,” pungkasnya.
Editor: Erwin