Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Muhammad Jasniansyah mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kaltim Armin membuka kegiatan ini dan berharap tidak ada lagi pembedaan antara siswa SMA, SMK dan MA termasuk dalam hal pelaksanaan FLS3N yang mulai tahun ini digabung.
"Karena semuanya jenjang menangah jadi sama saja. Berikan penilaian kepada mereka secara fair play," tegas Jasni.
Diharapkan dari seleksi di tingkat Kaltim ini bisa mendapatkan duta-duta terbaik yang akan mewakili Benua Etam di level nasional. Karena itu, ia secara khusus mengajak seluruh dewan juri dari setiap mata lomba untuk bisa melakukan penilaian secara fair dan objektif.
"Tentunya dengan harapan agar bisa memilih yang terbaik di antara yang baik. Dan semoga yang mewakili di tingkat nasional nanti bisa mengharumkan nama Kaltim," ucapnya.
Sementara Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kaltim Siti Aminah menjelaskan kalau ada yang berbeda dari pelaksanaan FLS3N tahun ini dari tahun sebelumnya yang dinamakan FLS2N. Selain penggabungan untuk SMA, SMK dan MA, juga ada penambahan untuk sastra.
"Penggabungan ini juga merupakan konsekuensi dari kebijakan efisiensi anggaran. Tapi meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran Alhamdulillah masih bisa tetap melaksanakannya secara luring saat ini," kata Aminah.
Secara keseluruhan ada 15 mata lomba pada FLS3N Kaltim tahun ini yang mana pesertanya mulai dari tunggal dan ada pula yang beregu.
"Tiap daerah mengirimkan 23 peserta, jadi total secara keseluruhan untuk 10 kabupaten dan kota adalah 230 peserta. Tapi ada beberapa peserta dari Mahulu (Mahakam Ulu) yang perjalanan melalui sungainya terhambat karena musim kemarau disana. Kami salut karena ada peserta dari Long Apari, Mahulu yang menempuh perjalan hingga 74 jam hingga bisa sampai di Kota Balikpapan," tutup Aminah.
Editor: Aspian Nur