Guyuran hujan ditambah angin kencang membuat plafon ruang kelas di sekolah tersebut terlepas dan jatuh. Para murid bergegas menyelamatkan buku-buku mereka dari genangan air yang terus meluas di lantai kelas. Beberapa anak bahkan terlihat panik, memindahkan tas dan perlengkapan belajar agar tidak basah terkena rembesan air.
“Ini bocornya sudah parah, tolong pemerintah setempat,” terdengar suara seseorang dalam video, yang diduga perekam kejadian. Bukan hanya keluhan sesaat, ternyata kerusakan ini sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan. “Katanya mau dibaikin, sudah setahun lebih ditunggu gak dibaikin,” lanjut narasi dalam video tersebut.
Video bocornya plafon ruang kelas SDN 020 Sempaja Selatan ini ramai beredar di media sosial dan mengundang keprihatinan karena diketahui lima ruang terdampak, dengan kerusakan terparah terjadi di kelas I dan kelas III. Beruntung tidak ada korban jiwa saat musibah itu berlangsung.
Diketahui sampai saat ini infrastruktur di SDN 020 memang masih jauh dari standar kelayakan karena memanfaatkan bangunan berdinding kayu dengan kondisi yang belum sepenuhnya mendukung kelancaran aktivitas belajar-mengajar.
SDN 020 hanya memiliki tujuh ruang kelas untuk menampung enam rombongan belajar (rombel) dari kelas I hingga kelas VI, dengan dua rombel untuk kelas III. Satu diantara ruang kelas bahkan merupakan bekas perpustakaan yang terpaksa dialihfungsikan karena keterbatasan ruangan.
Fasilitas sanitasi juga masih sangat minim. Hanya tersedia tiga toilet, dua untuk siswa dan satu untuk guru, bahkan musala pun belum ada.
Meski dalam kondisi serba terbatas, semangat belajar anak-anak tetap tak luntur. Aktivitas pembelajaran tetap berjalan meski ruang kelas mengalami kerusakan.
Menanggapi hal itu, Kepala SDN 020 Samarinda Kardi menjelaskan kalau kerusakan disebabkan hujan deras disertai angin kencang sehingga beberapa ruang tak bisa digunakan.
“Alhamdulillah, penanganan dari TWAP (Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan) dan Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Samarinda cukup cepat. Hari ini perbaikannya sudah mulai dikerjakan, semoga cepat selesai,” kata Kardi kepada Korankaltim.com Senin (4/8/2025).
Untuk sementara, kelas I terpaksa menjalani pembelajaran daring sementara kelas lainnya tetap berlangsung secara tatap muka. Jika perbaikan selesai dalam waktu dekat, aktivitas sekolah akan kembali normal seperti biasa.
Beberapa ruang lainnya juga mengalami kerusakan di bagian plafon, namun perbaikan saat ini difokuskan pada area yang paling terdampak.
“Yang penting sekarang anak-anak bisa belajar dengan nyaman dulu. Untuk jangka pendek, kami fokus perbaiki plafon dan atapnya dulu,” jelas Kardi.
Diharapkan perbaikan menyentuh aspek yang lebih menyeluruh. Idealnya SDN 020 membutuhkan delapan ruang kelas, ruang guru yang representatif, mushola, serta fasilitas toilet yang memadai.
Saat ini, SDN 020 menampung 161 murid, waktu belajar dimulai pukul 07.15 hingga 12.30 WITA. Seluruh murid kini masuk pagi setelah perpustakaan diperbaiki dan difungsikan sebagai ruang kelas tambahan.
Editor: Aspian Nur