Penundaan terjadi karena belum rampungnya sejumlah fasilitas pendukung, terutama di gedung Balai Pengembangan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur (Kaltim) yang menjadi lokasi utama pelaksanaan program.
Bangunan yang berada di Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang itu masih dalam tahap persiapan teknis. Kondisi ini akhirnya membuat seluruh jadwal harus disesuaikan kembali. Termasuk kedatangan anak didik yang seharusnya sudah masuk pada 4 Agustus, terpaksa mundur hingga dua pekan ke depan.
“Kita belum tahu pasti apa saja yang kurang karena gedungnya memang belum selesai. Minggu lalu masih kosong, sekarang barang-barangnya seperti ranjang sudah mulai datang tapi masih dirakit,” kata Wali Asrama SR, Riza Azri saat ditemui di lokasi, Jumat (1/8/2025).
Program SR di BPMP akan menampung total 100 siswa berasrama, masing-masing 50 siswa untuk jenjang SMP dan 50 siswa untuk jenjang SMA. Masing-masing jenjang dibagi ke dalam dua rombongan belajar (rombel), dengan kapasitas 25 siswa per rombel.
Sementara itu, untuk jenjang SD akan dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sungai Kunjang, dengan kapasitas 25 siswa.
Wali Asuh SR, Maria Pardede menjelaskan bahwa seluruh siswa dipilih dari keluarga penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Prioritas diberikan kepada anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2 yang dinilai paling membutuhkan intervensi pendidikan.
“Pendekatannya dilakukan langsung ke rumah-rumah, jadi betul-betul menyasar anak-anak yang siap dan bersedia menjalani pendidikan dengan sistem asrama,” jelas Maria.
Sebanyak 11 orang pendamping disiapkan untuk mengawal proses pendidikan, terdiri dari 10 wali asuh dan 1 wali asrama. Mereka berasal dari Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Tugas wali asuh nantinya bukan hanya mendampingi siswa di luar jam pelajaran, tetapi juga menjadi penghubung antara sekolah dan orang tua.
Pemkot Samarinda sebelumnya juga telah menggelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) pada 14 Juli 2025 di Stadion Segiri, Jalan Kesuma Bangsa. Seluruh calon siswa SR menjalani pemeriksaan tersebut, yang mencakup kesehatan mata, jantung, dan deteksi penyakit lainnya.
Sistem berasrama membuat kesiapan fasilitas menjadi sangat penting. Selain kamar tidur dan ruang belajar, nantinya proses pembelajaran juga akan didukung perangkat digital seperti komputer atau tablet.
Namun hingga pekan pertama Agustus ini, sejumlah peralatan pokok masih dalam proses pengadaan dan penataan.
“Ke depan fasilitas akan dilengkapi. Tapi untuk saat ini, kami fokus menyelesaikan yang dasar dulu supaya anak-anak bisa segera masuk,” tutupnya.
Editor: Erwin