Kepala Sekolah SMPN 3 Tenggarong Sariyani mengungkapkan rasa bangga atas kunjungan tersebut.
“Dalam kunjungan kemarin itu terjadi diskusi pengalaman dari pendidikan Jepang dan pendidikan di Indonesia. Kami bertukar pengalaman, ternyata tidak jauh berbeda pembelajaran di Jepang dengan kita, karena sama-sama menggunakan chroombook,” ujar Sariyani dikonfirmasi Korankaltim.com, Kamis (31/7/2025).
Lanjutnya, tim akademisi dari Jepang mengaku sangat terkesan dengan sekolah-sekolah di Kukar. Mereka khususnya terpukau dengan kemampuan siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Tenggarong dalam pembelajaran coding yang ditampilkan.
“Selain itu mereka juga terkesan dengan kegiatan podcast sekolah yang dinilai unik,” sebutnya.
Selain itu, Sari sapaan akrabnya membeberkan, tim dari Jepang juga terkesan pada saat siswa mempresentasikan proses desain batik melalui canvas yang kemudian dicetak. Mereka juga ikut kegiatan membatik bersama dengan siswa-siswi.
“Jadi hasil membatik yang dibuat siswa SMPN 3 Tenggarong itu dipakai oleh mereka. Selain itu kami juga terkesan dengan pendidikan di Jepang. Di Jepang jumlah siswa di kelas lebih sedikit, mereka mengatakan ada 10 anak per kelas, itu yang bikin saya terkesan, artinya pembelajaran itu memerlukan perhatian khusus,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikud) Kukar Emy Rosana Shaleh menjelaskan kunjungan ini merupakan program yang sudah dirancang oleh Board Of Education Jepang dan Tim Google Indonesia untuk mengunjungi Kukar.
Selain SMPN 3 Tenggarong, tim Jepang juga mengunjungi tiga sekolah di Kukar diantaranya SMPN 1 Tenggarong, SMPN 7 Muara Kaman, SMPN 6 Loa Kulu.
“Alasannya mereka mau mengunjungi karena mereka ingin melihat bagaimana progres pembelajaran digital yang ada di Kukar, karena kita memiliki satu sekolah rujukan Goggle pertama di Indonesia, dan juga kita memiliki kandidat sekolah rujukan Google terbanyak di Indonesia. Jadi mereka ingin melihat kegiatan yang bisa menginspirasi mereka, untuk pembelajaran yang akan diterapkan di Jepang,” tutupnya.
Editor: Erwin