Di Tenggarong, Kutai Kartanegara, keramaian terlihat dihampir semua sekolah, satu diantaranya di SDN 018 Jalan Stadion, Loa Ipuh, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Deni yang mengantar anaknya mengatakan kehadirannya dihari pertama sekolah merupakan bentuk tanggung jawab emosional sebagai ayah, memastikan anaknya merasa nyaman, percaya diri dan semangat menyambut jenjang pendidikan dasar.
"Saya ingin anak saya memiliki momen bersama ayahnya, agar ia tahu bahwa ayahnya tidak hanya fokus pada bekerja," ujar Deni kepada Korankaltim.com pagi tadi.
Kegiatan mengantar anak ke sekolah, terutama di hari pertama, merupakan poin penting yang ditekankan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai simbol keteladanan dan wujud peran aktif dalam pengasuhan anak.
Dengan program ini, BKKBN Kaltim melalui Pemkab Kukar mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga emosional dan edukatif.
Bagi Deni menjadi ayah bukan hanya soal bekerja dan menafkahi keluarga, tetapi juga hadir di saat-saat penting dalam kehidupan anak. Ia berharap semakin banyak ayah di Kukar yang ikut aktif terlibat dalam pendidikan anak sejak dini.
“Saya percaya, dengan terlibat dari awal, ayah-ayah ini khususnya di Kukar bisa membentuk generasi yang kuat, tangguh, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Editor Aspian Nur