Kepala Disdikbud Kutai Barat Bandarsyah menjelaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai motor utama perubahan di lingkungan sekolah.
“Kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang membawa perubahan nyata, bukan hanya mengurus administrasi. Kepemimpinan yang kuat sangat menentukan arah dan kualitas pembelajaran,” kata Badarsyah kepada Korankaltim.com Rabu (9/7/2025) hari ini.
Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan pembaruan kurikulum. Sosok kepala sekolah yang visioner dan guru yang siap mengajar adalah kunci keberhasilan di ruang kelas.
“Sebagus apapun kurikulumnya, kalau gurunya belum siap dan kepala sekolah tidak mampu memimpin, maka anak-anak tidak akan mendapatkan pengalaman belajar yang optimal,” tegas Bandarsyah.
Dalam empat hari pelatihan, para peserta dibekali beragam materi inovatif yang disusun untuk mendorong perubahan nyata di sekolah, mulai dari diagnosa kepemimpinan, penciptaan branding sekolah, revolusi mental, manajemen perubahan, strategi jejaring kerja, hingga sesi coaching dan penyusunan rencana aksi.
Dengan pendekatan berbasis aksi, pelatihan ini tak hanya menyasar pemahaman teori, tetapi juga mendorong peserta untuk mulai merancang perubahan konkret di lingkungan kerjanya.
Sekolah Idaman merupakan bagian dari program berkelanjutan Disdikbud dalam mendukung visi Kubar Ceria. “Transformasi pendidikan dimulai dari atas. Kalau pemimpinnya kuat, gurunya siap, maka sekolah akan menjadi tempat yang menyenangkan, aman, dan bermutu bagi anak-anak,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur