Hal ini disampaikannya setelah menerima audiensi bersama Direktur UT Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (2/6/2025).
Menurutnya, saat ini hampir seluruh perguruan tinggi di Kaltim telah masuk di dalam program gratispol pendidikan, terkecuali UT Samarinda.
“Jadi sekarang UT belum masuk di program gratispol, ini dikarenakan perguruan tinggi tersebut belum memiliki alamat di Kaltim,” ujar Seno Aji.
Dia menerangkan, berdasarkan alamat data dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), alamat UT masih berlokasi di Pondok Cabe, Jakarta. Maka dari itu, pihaknya meminta agar UT juga memiliki alamat di wilayah Kaltim.
“Walaupun memang UT ini memiliki gedung di Kaltim dan juga (sebagian besar) mahasiswa berasal dari Kaltim,” katanya.
Tetapi berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim terkait pendidikan gratis menyatakan, bahwa perguruan tinggi yang ditanggung oleh pemprov harus beralamat di wilayah Kaltim. Seno Aji meminta agar UT segera memiliki alamat di sini.
“Insyaallah dalam waktu dekat setidaknya tahun 2026, UT bisa masuk dalam program Gratispol. Sehingga UKT UT nantinya akan di tanggung (Pemprov Kaltim) mulai tahun depan,” katanya.
Sementara saat ditanyakan soal adanya biaya living cost untuk mahasiswa UT, Seno menyatakan, biaya tersebut saat ini hanya diperuntukkan untuk mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim.
“Karena ISBI ini kan sangat baru dan mahasiswa baru 70 orang. Tetapi ke depan jika mahasiswanya sudah melebihi 200 orang makan akan dihilangkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin