Satu diantara kandidat yaitu Isnawati dinilai membawa gagasan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan tantangan pembangunan daerah.
Dalam serangkaian agenda kampus yang mempertemukan calon rektor dengan civitas akademika, Isnawati menawarkan konsep besar pengembangan Untag Samarinda sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga berakar pada nilai kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat.
“Universitas tidak hanya menjadi pusat belajar, tapi harus hadir sebagai agen perubahan yang merawat semangat kebangsaan dan berpihak pada kemajuan rakyat,” ujar Isnawati, Jumat (27/6/2025).
Gagasan Isnawati itu meliputi dorongan terhadap kebebasan berpikir, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengabdian masyarakat yang tidak elitis.
Ia menekankan pentingnya membuka ruang eksplorasi gagasan bagi mahasiswa dan dosen, agar kampus menjadi inkubator ide-ide progresif yang solutif.
Sikap dan arah visi Isnawati mendapat respons positif dari kalangan alumni. Salah satunya datang dari Notaris Maria Astuti, SH., yang juga pengurus Ikatan Alumni (IKA) Untag Samarinda. Ia menilai Isnawati sebagai sosok akademisi yang konsisten menjaga marwah institusi dari kepentingan eksternal, termasuk politik praktis.
“Bu Isnawati menunjukkan bahwa kampus bisa tetap independen, namun progresif. Fokusnya pada inovasi dan pemberdayaan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan kampus hari ini,” kata Maria.
Satu diantara kekuatan Isnawati adalah pendekatannya yang menempatkan alumni bukan hanya sebagai pendukung simbolik, melainkan sebagai mitra strategis dalam pembangunan kampus. Ia menyebut konsep Isnawati sebagai kampus “berwawasan kebangsaan dan membumi” patut diperjuangkan.
Di tengah meningkatnya persaingan antarperguruan tinggi dan tuntutan kualitas lulusan, Isnawati juga menekankan pentingnya sinergi kampus dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan sektor industri.
“Tidak cukup sekadar pintar di kelas. Mahasiswa kita harus mampu memberi dampak di tengah masyarakat. Untuk itu, ekosistem kampus harus mendukung visi itu secara nyata,” ujarnya.
Pemilihan Rektor Untag Samarinda menjadi momen strategis yang tak hanya menentukan arah internal kampus, tetapi juga memberi sinyal kepada publik tentang orientasi masa depan institusi. Banyak pihak berharap, proses ini mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya mumpuni secara akademik, tetapi juga mampu menjawab panggilan zaman: memperkuat karakter, membangun kualitas, dan menjaga jati diri kebangsaan.
Editor: Aspian Nur