Kepala Disdikbud Thauhid Afrilian Noor melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Emy Rosana Saleh menjelaskan bahwa kendala teknis tersebut sudah ditangani dan sistem telah kembali normal.
“Memang sempat terjadi gangguan karena jumlah pendaftar yang tinggi, server tidak bisa bekerja optimal. Namun, sekarang sudah kembali normal,” ujar Emy saat diwawancarai Rabu (18/6/2025) lalu.
Ia juga menegaskan masyarakat tidak perlu panik, karena pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk penambahan hari untuk pendaftaran jika dibutuhkan.
Emy meyakinkan bahwa hak setiap siswa untuk mengakses pendidikan akan tetap menjadi prioritas utama. Disdikbud Kukar telah menyiapkan reschedule (penjadwalan ulang) bagi orang tua yang mengalami kendala teknis saat mendaftar.
“Kami memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Semua akan difasilitasi. Masalah teknis ini jangan khawatir karena hak peserta untuk mendapatkan sekolah,” ungkapnya.
Dalam proses PPDB tahun ini, Disdikbud Kukar juga tetap mengacu pada jalur-jalur penerimaan yang diatur dalam Permendikbudristek, seperti jalur afirmasi, mutasi, prestasi, dan domisili. Emy merinci bahwa kuota penerimaan peserta didik terbagi menjadi beberapa persen, dengan jalur domisili menjadi yang terbesar yaitu 45 persen. Jalur ini mengutamakan siswa yang tinggal di wilayah domisili sekolah.
Sementara itu, jalur afirmasi yang menyasar siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas mendapatkan porsi 20 persen, sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok rentan. Jalur mutasi atau perpindahan orang tua mendapat alokasi 5 persen, sedangkan jalur prestasi dialokasikan sebesar 30 persen untuk siswa dengan pencapaian akademik maupun non-akademik yang menonjol.
Emy menambahkan, sistem PPDB berbasis daring yang diterapkan tahun ini merupakan upaya digitalisasi pelayanan pendidikan yang lebih transparan dan efisien.
"Untuk jenjang SMP, jalur penerimaan dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu, jalur afirmasi termasuk penyandang disabilitas sebesar 20 persen, jalur mutasi 5 persen, jalur prestasi 30 persen, dan jalur domisili sebanyak 45 persen," ungkapnya.
Pihaknya juga telah membuka layanan aduan dan bantuan teknis bagi orang tua yang mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran. Tim teknis telah disiagakan untuk membantu masyarakat baik secara langsung di posko PPDB maupun melalui kanal digital.
“Kami juga tidak hanya menunggu laporan, tapi juga aktif memantau. Jika ada laporan masuk, langsung kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Dengan persiapan yang matang dan pendekatan yang inklusif, Disdikbud Kukar berharap proses PPDB tahun ini berjalan lancar dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Emy juga mengapresiasi partisipasi orang tua yang aktif mengikuti perkembangan informasi dan bersabar menghadapi kendala teknis yang bersifat sementara.
Dengan sistem yang semakin membaik dan dukungan masyarakat yang kuat, PPDB SMP 2025 di Kukar diproyeksikan akan berlangsung lebih inklusif dan adil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Pendidikan pada hakikatnya hak semua anak. Disdikbud Kukar berkomitmen memastikan tidak ada anak yang tertinggal, baik karena kendala teknis maupun faktor lainnya. Semua insya Allah akan kami fasilitasi,” pungkas Emy. (*/kk)