Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Samarinda Seberang Tantiya Dewi Harianto menyebut jumlah penerima manfaat untuk hari pertama sebanyak 1.070 pelajar dan angka tersebut masih akan mengalami fluktuasi karena ada sekolah yang libur dan masih dalam masa penerimaan siswa baru.
“Total penerima manfaat hari ini ada 1.070 orang. Jumlahnya masih naik turun karena ada yang libur dan masih penerimaan siswa baru,” sebut Tantiya kepada Korankaltim.com hari ini.
MBG didistribusikan mulai hari Senin sampai Jumat dengan sistem 10 siklus menu. Artinya setiap 10 hari akan ada rotasi menu berbeda. Hari perdana menu yang disajikan berupa nasi putih, sayur sop, telur orak-arik daun bawang, buah semangka dan susu.
Masakan MBG di Samarinda Seberang diproduksi di dapur SPPG yang terletak di Jalan Bung Tomo, tepat berada di depan kantor PLN. Setiap paket makanan MBG dihargai Rp15 Ribu per porsi, sesuai petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk distribusi kami menggunakan dua kendaraan operasional. dilakukan antara pukul 08.00 WITA hingga 09.00 WITA,” jelas Tantiya lagi.
Berdasarkan data sebelum tahun ajaran baru, total penerima manfaat MBG di wilayah SPPG Samarinda Seberang mencapai 3.484 siswa.
Target setiap dapur SPPG sendiri adalah melayani 3.000 hingga 3.500 pelajar dengan jarak distribusi maksimal 3 hingga 6 kilometer dan waktu tempuh maksimal 30 menit.
Dalam satu dapur SPPG, terdapat tiga karyawan BGN yakni kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan. Selain itu, 25 relawan dari warga sekitar turut dilibatkan dalam proses memasak dan distribusi makanan.
“Untuk yang masak diambil dari warga sekitaran dapur. Saat ini ada 25 orang, belum termasuk karyawan BGN. Jumlah ini akan menyesuaikan seiring naik turunnya jumlah penerima manfaat,” ucapnya.
Tantiya mengakui sempat ada kendala kecil di hari pertama terutama dalam hal ketepatan waktu distribusi, namun dipastikan program MBG tetap berjalan sesuai rencana dan akan terus dievaluasi demi penyempurnaan layanan ke depan.
“Kendalanya hanya soal waktu distribusi yang agak meleset sedikit, tapi secara umum program MBG berjalan baik dan siap dilanjutkan,” tutup Tantiya.
Editor: Aspian Nur