Walau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sudah menganggarkan sekitar Rp12 Miliar untuk program tersebut namun sampai hari ini MBG belum bisa terealisasikan di lapangan.
Hal itu karena intruksi dan anggaran yang dari pemerintah pusat belum tersalurkan ke pemerintah daerah. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau Mardiatul Idalisah menjelaskan, program MBG tersebut masih ditahap sosialisasi sehingga belum ada langkah untuk dilaksanakan
"Anggarannya belum ada, baru ada sosialisasi secara online beberapa waktu lalu," kata Mardiatul kepada Korankaltim.com, Senin (6/1/2024).
Bahkan penganggaran program MBG yang merupakan program nasional belum ada tanda-tanda akan masuk di anggaran Disdik Berau.
Diperkirakan anggaran untuk program MBG masuk pada APBD Perubahan tahun anggaran 2025. Anggaran itu pun hanya untuk masa uji coba untuk beberapa titik terlebih dahalu.
"Entah masuk dianggaran mana, apakah di Disdik atau bukan, yang jelas satuan sasarannya adalah satuan pendidikan, dari TK, PAUD, SD dan SMP," tutup Mardiatul.
Sekadar diketahui, sebanyak 190 SPPG terbagi mulai dari 5 titik lokasi di Jakarta, 40 titik di Jawa Tengah, 32 titik di Jawa Timur, 58 titik di Jawa Barat, lalu masing-masing 3 titik di Banten dan DI Yogyakarta.
Lalu 6 titik di Aceh, 1 di Bali, 1 di Gorontalo, 2 di Kalimantan Selatan, masing-masing 1 di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dan 8 kecamatan di Kepulauan Riau.
Kemudian 4 titik di Lampung masing-masing 2 di Maluku dan Maluku Utara, 1 titik di Nusa Tenggara Timur, 2 di Papua Barat, 1 di Papua Selatan, 3 titik di Riau. 1 titik di Sulawesi Barat dan 1 Sulawesi Utara, 8 di Sulawesi Selatan, 2 titik di Sulawesi Tenggara, dan masing-masing 1 di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Editor: Aspian Nur