Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menegaskan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan harus menjadi prioritas utama.
“Kami menemukan masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan yang kurang layak, mulai dari atap bocor, dinding retak, hingga ruang belajar yang tidak memadai. Ini tentu berdampak pada kenyamanan proses belajar-mengajar,” kata Novan pada Senin (23/12/2024).
Menurut pengamatannya, rehabilitasi sekolah merupakan langkah yang harus diambil untuk memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Salah satu contoh yakni SDN 013 di Kecamatan Samarinda Utara yang memerlukan perhatian khusus karena kondisinya alami kerusakan cukup berat.
Meski saat ini Pemkot Samarinda sedang membangun sekolah terpadu bertaraf internasional sebagai model percontohan, Novan mengingatkan pentingnya menyelaraskan pembangunan tersebut dengan rehabilitasi sekolah-sekolah lain yang membutuhkan perbaikan.
“Jangan sampai kita fokus pada pembangunan sekolah baru tetapi melupakan sekolah-sekolah yang saat ini kondisinya sudah tidak layak. Keduanya harus berjalan bersamaan,” ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daearh (APBD) sekitar Rp5 triliun, alokasi untuk sektor pendidikan baru mencapai sekitar Rp900 miliar.
Hal ini belum memenuhi amanah undang-undang yang menetapkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD. “Kami terus mendorong agar alokasi anggaran pendidikan bisa ditingkatkan. Jika diperlukan, Pemkot bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi atau pusat untuk menutupi kekurangan ini,” tambah Novan.
Ia optimis, jika anggaran ditingkatkan dan fokus rehabilitasi diprioritaskan, kualitas pendidikan di Samarinda dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Politisi Partai Golkar itu menilai jika langkah ini juga merupakan wujud nyata dari pemerataan pendidikan di seluruh kecamatan.
“Harapannya, tidak ada lagi sekolah yang tertinggal, baik dari segi fasilitas maupun kualitas. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Novan memungkasi.
Editor: Erwin