Festival Taman Pintar Bukti Kolaborasi Lembaga Pendidikan, Perpustakaan dan Komunitas Seni Budaya
2 menit baca151 kali dibaca

Penulis: */Muhammad Heriansyah
Jalannya festival literasi yang dipadupadankan dengan pertunjukan seni budaya ini diawali dengan diskusi dan bedah buku dengan suana santai out door bersama penulis sekaligus jurnalis yakni Sukardi Wahyudi dan Oka Rusmini, Jumat sore (6/12/2024).
Dilanjutkan acara seremonial pembukaan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) Aji Lina Rodiah. Rencana awal seremoni malam pembukaan dilakukan di panggung utama Festival Taman Pintar, namun kondisi alam hujan deras sehingga terpaksa dilakukan pembukaan di Aula Perpustakaan Daerah (Kukar) kawasan Taman Pintar.
Dilanjutkan talk show dibagi tiga sesi yakni sesi pertama membahas 'peran literasi dalam menyuarakan kebudayaan modern'. Talk show bagian kedua bertemakan 'literasi dalam menghadapi dalam menghadapi tantangan seni di era digital dan talk show bagian ketiga bertemakan budaya adalah 'literasi dan literasi adalah budaya'. Meski diwarnai hujan di malam pertama tak menyurutkan semangat tamu undangan peserta festival yang terdiri dari anak-anak sekolah dan kuliah beserta penggiat literasi dan seni budaya ini.
Dilanjutkan hari kedua, para komunitas penggiat literasi dan masyarakat umum hadir semakin banyak dan sangat antusias. Di hari kedua ini panitia menghadirkan Aji Mirzha Hakim atau Icha Jikustik dan Akbar Haka yang merupakan putra asli Kutai yang sudah ke kancah nasional lewat passion nya yakni seni budaya.
Dalam arahannya, Kepala Diarpus Kukar mengatakan Festival Taman Pintar tidak hanya menjadi ajang kreativitas tetapi juga wadah untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan dan mempererat sinergi antar komunitas literasi.
"Sebagai Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kami akan terus berkomitmen untuk mendukung program yang mendekatkan masyarakat kepada ilmu pengetahuan terutama di era digital saat ini. Acara ini merupakan bukti nyata dari kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak mulai dari lembaga pendidikan, perpustakaan, komunitas seni hingga masyarakat umum," kata Aji Lina Rodiah.
Ia menegaskan semua memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan kreatif. Diarpus Kukar juga berharap melalui festival ini taman-taman bacaan seperti Taman Pintar dan taman lainnya semakin hidup dan menjadi pusat aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.
"Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk menanamkan semangat membaca menulis dan belajar sepanjang hayat. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan festival Taman Pintar 2024 semoga acara ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi inspirasi bagi banyak orang khususnya daerah kita tercinta Kutai Kartanegara," tegasnya. (*/kk)










