Pemberian jaringan internet Starlink tersebut menurut Kepala Disdikbud Kutai Barat Robertus Bandarsyah bertujuan untuk mendukung sistem pembelajaran secara online terutama pada saat proses Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), agar sekolah bisa melakukan ANBK secara mandiri.
Dengan adanya internet sekolah tersebut bisa memanfaatkan platform merdeka belajar sebagai bahan untuk mengajar dan mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar.
"Saat ini sudah eranya digitalisasi sekolah yang semakin merata, semua sekolah harus digital baik dari segi pembelajaran maupun penyampaian materi pendidikan,” sebut Bandar kepada Korankaltim.com usai pemberian bantuan tersebut.
Pemberian bantuan sekaligus bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah yang kesulitan mengakses internet.
"Bantuan ini merupakan terobosan untuk mengatasi tantangan blankspot yang selama ini dialami banyak sekolah di wilayah terpencil." sebutnya.
Bantuan perangkat internet berbasis satelit tersebut diserahkan ke sekolah-sekolah di daerah pedalaman yang sulit dijangkau jaringan internet seperti di Kampung Intu Lingau, Lakan Bilem, Bentian Besar serta beberapa kawasan lainnya.
"Harapan kami, dengan adanya Starlink ini, sekolah-sekolah di pedalaman bisa lebih mudah mengakses internet, khususnya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar secara daring," ucap Bandar.
Editor: Aspian Nur