Karena kebakaran itu siswa SMPN 5 Samarinda pun harus mengubah waktu proses belajar mengajar sembari menunggu selesainya bangunan yang menggunakan dana darurat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda tahun 2024 sebesar Rp11 Miliar.
Para siswa harus belajar dengan menggeser menjadi dua waktu yaitu pagi dan siang serta belajar dalam jaringan (daring). Hal ini diungkapkan Kepala SMPN 5 Samarinda Diah Astuty melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Darwis Setia Budi kepada Korankaltim.com Senin (23/9/2024) hari ini. Perubahan jadwal belajar khususnya pada kelas VIII dan kelas IX.
“Dua kelas itu jadwalnya diubah dari yang awalnya pagi menjadi siang, kelas VIII dan kelas IX dan sebagian juga ada yang daring,” kata Darwis
Hal itu perlu disiasati agar pelaksanaan belajar dan mengajar tetap bisa berjalan dengan baik meskipun mengalami kendala tentang bangunan yang masih belum rampung.
Saat ini pembangunan gedung SMP Negeri 5 Samarinda telah berjalan sekitar 10 persen dan ditargetkan selesai akhir tahun atau Desember 2024. Darwis berharap pembangunan gedung tersebut dapat rampung sesuai dengan rencana yang ditentukan.
Editor: Aspian Nur