Kegiatan ini diikuti 300 pelajar SD dan SMP dengan tujuh kategori lomba, yaitu dongeng, puisi, tingkilan, pidato, tarsul, belocoan, dan kesah pendak.
“FTBI ini memiliki tujuan khusus yakni melestarikan bahasa daerah, kalau di tempat kita paling khas itu Bahasa Kutai,” ucap Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno kepada korankaltim.com.
Di Indonesia sendiri terdapat 718 bahasa. Menurut data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), dari jumlah tersebut, 90 persen tersebar di wilayah Indonesia timur. Bahasa ini menjadi bahasa ibu bagi suku-suku yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya bahasa daerah perlu dilestarikan, agar generasi selanjutnya dapat memahami dan menjaga identitas kebudayaan melalui penuturan kata yang khas. “Penutur kalau tidak berminat kepada daerah, berarti identitas suatu suku bangsa akan hilang,” tegasnya.
Sehingga, dibutuhkan pembentukan karakter budaya melalui keterampilan anak, salah satunya mengikuti kontestasi FTBI.
“Anak-anak ini yang berhasil memenangkan juara satu, akan kami berangkatkan ke Jakarta untuk bertanding di skala nasional, hari ini kami penjurian tiga besar,” ungkapnya.
Joko berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut, agar Kukar yang kaya akan nilai lokalitas dan kebudayaan mampu menghadirkan generasi unggul dalam melestarikan budaya.
“Harapannya dari kegiatan ini keberlanjutan, agar anak-anak ini ada rasa memiliki kebudayaan Kukar,” pungkasnya.
Editor: Supiansyah