Dengan perkembangan seperti ini tentunya banyak respon yang hadir baik tanggapan positif maupun negatif, khususnya dari orangtua murid kepada guru-guru yang hanya fokus membuat konten sehingga berdampak pada proses belajar yang tidak fokus, bahkan hanya mencari keuntungan pribadi.
Saat dimintai tanggapan perihal tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Kaltim Adjrin menjelaskan, kalau ada yang menyebut pembuatan video atau konten bisa mengakibatkan proses belajar mengajar menjadi tidak focus tentunya perlu dilihat juga dari berbagai sisi.
"Karena jangan sampai menilai hal ini memberikan pengaruh negatif, padahal konten yang dibuat bisa saja memiliki muatan positif di dalamnya dan bermanfaat bagi siapa saja," kata Adjrin kepada Korankaltim.com Selasa (27/8/2024).
Contohnya seperti sebuah konten anak-anak di sekolah dasar yang menyanyikan sebuah lagu dan viral di media sosial. "Yang harus dicari siapa yang memviralkannya, apakah itu diviralkan oleh yang bersangkutan (guru) atau orang lain, untuk mencari keuntungan pribadi,” paparnya.
Sebagai seorang pengajar tentunya guru harus tetap fokus pada materi Pelajaran tanpa harus alergi terhadap membuat konten. "Kalau mau membuat konten pastinya dipersilahkan sesuai tempat dan waktunya sehingga bukan pada saat mengajar malah membuat konten," katanya.
Guru tentunya harus fokus memberikan materi atau pokok bahasan dalam pelajaran sehingga proses belajar mengajar bisa lebih fokus.
"Tetapi jika sebuah konten itu adalah kebutuhan dalam proses belajar mengajar misal pembelajaran online, tidak masalah seperti beberapa tahun lalu saat covid 19 masih melanda atau isi konten itu adalah merupakan bahan ajarnya," sebut Adjrin lagi.
Karena pembuatan konten dalam proses belajar mengajar bisa menghadirkan proses belajar yang berbeda dan ini sedang digemari bukan hanya anak-anak saja tetapi juga masyarakat.
"Pada dasarnya konten itu harus dilihat lagi melalui media apa dan untuk siapa, kalau dia mengajarkan bahasa inggris untuk kepentingan umum silahkan saja tidak masalah, sehingga orang-orang bisa belajar melalui dunia maya," tutup Adjrin.
Editor: Aspian Nur