Damai Aqso Foundation (DAF) menggagas acara ini yang menurut Wahyu, Direktur DAF, dilaksanakan dengan tujuan menambah wawasan para guru dari jenjang PAUD, SD dan SMP.
“Diharapkan nantinya apa yang didapatkan para guru dari kegiatan ini berlanjut ke sekolah masing-masing lewat materi yang didapatkan dari seminar yang diikuti,” kata Wahyu kepada Korankaltim.com Minggu (28/7/2024) pagi tadi.
Selain menggelar seminar acara juga dikemas dengan penggalangan donasi untuk Palestina. “Terima kasih kepada sponsor Pegadaian Syariah dan peserta yang mengikuti acara ini,” sebut Wahyu lagi.
DAF menghadirkan dua pemateri pada seminar tersebut, yaitu Setiawati, pendidik PAUD, pendongeng dan motivator juga trainer dari Salsabila Learning Center Samarinda serta Rezky, pendongeng dan motivator dari Jakarta.
Secara bergantian keduanya menyampaikan materi dengan enerjik membuat peserta yang mengikuti kegiatan terlihat bersemangat. Acara diawali dengan senam otak dipimpin Setiawati dan dilanjut dengan materi pertama yaitu Guru Profesional.
“Materi itu menjelaskan bagaimana seorang guru profesional hendaknya memiliki empat kompetensi yaitu pedagogik, kepribadian, sosial dan professional,” kata Wati, sapaan akrab Setiawati secara terpisah.
Hal itu menurutnya tertuang dalam Perdirjen baru No 2626 tahun 2023. Selain itu juga terdapat ciri, karakter dan syarat sebagai guru professional
Sementara Rezky menyampaikan bagaimana guru hendaknya bisa dan terus berinovasi dengan pembelajaran ke anak sehingga pembelajaran menyenangkan dengan style atau gaya pribadi guru masing-masing.
“Bisa menemukan dan menggali dari kebiasaan masing–masing guru agar tercipta inovasi pembelajaran yang menyenangkan ke anak,” sebut Rezky.
Editor: Aspian Nur