“Kita melakukan proses, sehingga outputnya itu tercipta keadilan di masing-masing wilayah di Kaltim. Kami juga sudah melakukan bergagai upaya,” ungkap Kurniawan, Jumat (24/5/2024).
Dia mengaku, Disdibud Kaltim sudah melakukan peningkatan kompetensi guru di wilayah Kaltim dan pihaknya tidak membedakan antara guru di daerah terpencil maupun kota. Sehingga dengan pelatihan yang cukup, ketika kembali pada karakter sang guru, Kurniawan berharap mereka bisa menciptakan inovasi di sekolah.
“Ini terasa sekali, saya pernah pada saat dilakukannya lomba antar kepala sekolah terbaik, yang terbaik ada di Tanjung Harapan. Sehingga ini harusnya menjadi inovasi untuk yang lain,” jelasnya.
Diakui, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Disdibud Kaltim, dengan basis data yang ada, dia ingin mengembangkan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru di daerah. Terlebih, salah satu kunci dalam peningkatan pendidikan adalah dengan mengawali peningkatan kapasitas kompetensi para guru.
“Kalau kita berbicara standar, kita juga dengan Deputi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) itu sudah membuat MoU dengan kerja sama dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemenuhan tenaga pendidik,” urainya. Sehingga nanti, dengan adanya kerja sama ini, dia berharap bisa jadi pemicu kesetaraan di semua wilayah yang ada di sekeliling IKN tersebut.
Editor: Maruly Z