Hal tersebut terbukti dari usulan prioritas Kepala Kampung (Kakam) Sambakungan, Alimuddin yang meminta pembangunan unit sekolah baru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dikatakannya, hingga saat ini Kampung Sambakungan belum memiliki gedung SMP.
Bahkan saat ini, murid-murid Sekolah Dasar (SD) di kampung tersebut harus melanjutkan sekolahnya ke kampung terdekat yang memiliki SMP. "Murid SD yang duduk di kelas 6 saja sudah ada 59 orang. Sehingga saya berfikir untuk Kampung Sambakungan ini sudah selayaknya punya gedung SMP," ungkapnya, Senin (26/2/2024).
Dirinya berharap, Pemkab Berau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Berau dapat membangunkan gedung SMP untuk memudahkan murid mendapatkan pendidikan lanjutan mengingat jarak tempuh dan biaya untuk menjangkau SMP di kampung sebelah cukup memakan biaya besar dan memberatkan beban orang tua murid.
"Tahun depan saja sudah ada 59 murid yang harus melanjutkan sekolah ke tingkat SMP, jadi pembangunan gedung SMP ini menjadi usulan prioritas saya tahun 2024 ini," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisa mengatakan, seminggu setelah ia dilantik menjadi Kadisdik, Kakam Sambakungan langsung mendatangi Disdik menanyakan terkait usulan pembangunan gedung SMP di Kampung Sambakungan.
Untuk menentukan sikap, pihaknya tidak perlu kajian yang terlalu banyak. Sebab Ia menyampaikan, bahwa untuk SMP di Kampung Sambakungan sifatnya hanya SMP Filial, bukan negeri.
"Jadi kenapa hanya SMP Filial, karena banyak masyarakat di Kampung Sambakungan itu dari perusahaan. Tapi bisa saja jadi mandiri kalau sudah tidak ada pengurangan jumlah masyarakat di sana," tuturnya.
Selain itu, pihaknya telah meninjau langsung ke lokasi yang disediakan oleh Kakam untuk rencana pembangunan SMP Filial Kampung Sambakungan.
"Untuk lokasi, sementara sudah cukup. Sekarang kami sedang mengkonfirmasi dengan kepala sekolah SMP 2 Gunung Tabur untuk ketersediaan gurunya. Insyaallah tahun ini bisa digunakan realisasinya," tutupnya.
Editor: Maruly Z