Kepala Disdikbud Mahulu, Samson Batang mengatakan, 436 penerima beasiswa stimulan ini merupakan penerima manfaat yang dinyatakan lolos melalui tahap seleksi dari 700 pendaftar. Sehingga penyaluran beasiswa untuk tahun 2023 yang baru saja ditutup, pihaknya telah menyalurkan anggaran beasiswa sebanyak Rp3,1 miliar dari tiga jenis kategori. “Jumlah yang disalurkan itu kurang lebih Rp3,1 M (miliar)-an lah,” katanya kepada Korankaltim.com, Kamis (4/1/2024).
Untuk rincian beasiswa yang disalurkan, dia menyebut bagi kategori prestasi dari jenjang studi Diploma Empat (D4), Strata Satu (S1), dan Strata Dua (S2) untuk per orang diberikan sebesar Rp6,2- Rp8,6 juta per orang.
Sementara untuk kategori tidak mampu, dia menyebut per orang menerima dana beasiswa minimal Rp5,7- Rp 6,2 juta untuk jenjang studi di tingkal D3 dan S1. “Kalau yang tugas akhirnya itu Rp 3,8 juta sampai Rp 6,6 juta untuk jenjang studi D3 sampai S2,” jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk penyaluran beasiswa di tahun 2023 kemarin dirinya menyebut pihaknya tidak begitu sulit dalam proses pencairan, melainkan di tahap seleksi pihaknya cukup mengalami kesulitan karena harus melihat data pendaftar yang harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Harus melihat IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), atau misalnya ada pendaftar yang mendaftar di Kaltim Tuntas,” terangnya.
Sehingga dia mengaku pihaknya harus secara detail melakukan pemilahan data terhadap calon-calon penerima manfaat. Sebagaimana itu diberlakukan untuk pendaftar yang jika sudah menerima beasiswa dari Kaltim Tuntas, maka tidak akan bisa menerima penyaluran beasiswa dari Gerbang Cerdas Mahulu (GCM).
“Karena kalau double (menerima beasiswa) bisa dikembalikan, itu yang jadi masalah nanti. Karena itu rekomendasi dari BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia) dan Provinsi Kaltim,” imbuhnya.
Dia berharap beasiswa yang sudah diterima 436 penerima manfaat beberapa hari lalu melalui rekening masing-masing dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan pendidikan.
“Artinya saya berharap agar tidak digunakan dengan tidak sesuai karena mahasiswa diharapkan untuk kuliah dengan baik menyelesaikan studinya tepat waktu sehingga paling tidak membantu orang tua tidak terlalu memikirkan biaya anak untuk kuliah,” tutupnya.
Editor: Maruly Z