Oleh karenanya sebagai wujud kepedulian terhadap mangrove agar tetap memberikan manfaat, Energy Mangrove Program in Action (IMPACT) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat melakuan kegiatan edukasi bagi anak-anak SD dan SMP.
Direktur Pelaksana IMPACT Chintya Dian Astuti mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan mendorong para siswa turut aktif melestarikan lingkungan di tempat tinggalnya dan tidak merusak lingkungannya.
Kegiatan ini juga menanamkan pada diri anak culture atau kebiasaan kepedulian betapa pentingnya mangrove bagi kehidupan dan kelestarian alam yang kita tempati ini.
“Ini merupakan salah satu strategi IMPACT untuk memberikan edukasi sedini mungkin tentang betapa pentingnya mangrove kepada anak-anak SD dan SMP. Dalam pelaksanaannya, kami bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Paser atau dengan sekolah SD dan SMP setempat,” ungkap Chintya dalam keterangannya, Rabu (20/12/2023).
Chintya meneruskan pelajaran yang dipetik dari banyak restorasi mangrove program adalah merekomendasikan bahwa program tersebut harus melibatkan masyarakat lokal dan menyelaraskan kepentingan ekonomi lokal dengan konservasi dan restorasi mangrove dimulai dari tahap perencanaan.
Para peserta kegiatan ini adalah Tim IMPACT, siswa siswi dan guru dari SDN 13 Sungai Langir dan SMPN 2 Tanjung Harapan, perwakilan aparat Desa Lori, perwakilan aparat Desa Sungai Langir, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser, Kelompok Mangrove Desa Lori, Kelompok Mangrove Desa Sungai Langir dan tamu undangan lainnya. Edukasi mangrove ini dilaksanakan pada Selasa (19/12/2023) di SMPN 2 di SDN 013 Sungai Langir.
Edukasi yang dilakukan tak hanya di dalam ruangan tapi juga diluar ruangan yaitu praktek membuat dan menanam bibit mangrove. Pada kesempatan ini, IMPACT memberikan bibit pohon mangrove untuk SMP sebanyak 150 bibit dan untuk SD sebanyak 75 bibit. Selain itu, panitia juga membagikan plakat untuk masing-masing sekolah dan hadiah games sebanyak 30 buah untuk SD dan SMP serta pemberian souvenir untuk semua peserta berupa kaus lengan panjang dan juga konsumsi selama acara.
“Keterlibatan berkelanjutan dengan komunitas lokal seluruh pelaksanaan program diperlukan untuk memastikan partisipasi, menumbuhkan rasa memiliki, dan memastikan keberlanjutan hasil program,” jelas Chintya.
Inisiatif kegiatan yang digagas oleh program IMPACT ini jelas Chintya juga bermanfaat bagi guru-guru dan sekolah-sekolah yang terlibat karena kegiatan yang bermanfaat ini akan selalu dikawal melalui pendampingan dan pelatihan yang bisa mereka minta selama program IMPACT masih berjalan di daerah tersebut.
Editor: Maruly Z