Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan, pihaknya meninjau sarana dan prasarana (sarpras) di setiap sekolah dalam rangka mewujudkan program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Kalau pemerintah pusat itu kan program kurikulum merdeka belajar, bagaimana kesediaan gurunya, ruang kelasnya seperti apa dan metode belajarnya seperti apa," ungkap Puji sapaan karibnya, Selasa (19/12/2023) siang.
Sementara, pemerintah daerah khususnya Kota Samarinda juga memiliki program sekolah ramah anak (SRA) dan sekolah aman bencana (SAB). Program ini juga adalah cara Pemkot Samarinda untuk dapat mewujudkan KLA dengan memperbaiki sarpras yang ada di sekolah agar dapat memenuhi syarat sebagai SAB.
"Untuk mewujudkan itu harus memperbaiki semua sarpas sekolah baik yang inti maupun penunjang," jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin melalui Kasi Kelembagaan dan Sarana dan Prasarana Bidang SMP Disdikbud Samarinda, Muhammad Syafe'i mengatakan, khusus di SMPN 11 Samarinda masih cukup banyak sarpras yang perlu ditingkatkan.
"Masih banyak yang harus ditingkatkan, karena tinjauan ini juga bukan hanya untuk mendukung KLA tapi juga memantau kondisi sekolah dan kebutuhan sekolah," bebernya.
Sementara, Kepala SMPN 11 Samarinda, Sunyoto mengatakan, pihaknya juga akan terus mendukung program Pemkot Samarinda agar bisa mendapat gelar KLA dan sebagai upaya menjaga rasa aman bagi para peserta dan tenaga didik.
"Yang pastinya kita mendukung itu, karena mau bagaimanapun itu juga untuk kebaikan kita bersama, walaupun sarpras kita masih harus diperbaiki, tapi pelan-pelan akan kita lakukan," ungkapnya.
Editor: Maruly Z