Perwakilan Yayasan Peduli Balikpapan, Agustina menyampaikan materi terkait edukasi dan pengolahan pupuk. Sampah organik yang selama ini belum termanfaatkan bisa menjadi pupuk padat dan cair untuk mengembangkan penghijauan di sekolah.
“Sampah organik bisa dibilang sebagai sampah ramah lingkungan. Bahkan bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bila dikelola dengan benar. Tetapi sampah bila tidak dikelola dengan benar, pastinya akan menimbulkan penyakit dan bau yang tidak enak karena proses pembusukan,” kata Agustina dalam rilis tertulis, Jumat (1/12/2023).
Sampah sendiri merupakan permasalahan lingkungan di berbagai daerah. Pengelolaan sampah memerlukan penanganan yang baik, karena bisa menimbulkan pencemaran air, udara, dan lingkungan.
Penyakit yang dapat timbul seperti asma, kanker, penyakit kardiovaskular, kanker anak, COPD, BBLR, cacat lahir, dan kelahiran prematur. Sampah juga menyebabkan penyakit oleh bakteri dan virus, seperti diare, disentri, tifus, kolera, jamur dan berbagai macam penyakit kulit.
"Dampak sampah sangat banyak, namun kita bisa meminimalkan dampak tersebut dengan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar," imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Peduli Balikpapan, Antos menjelaskan pembuatan sekaligus mempraktikan cara pembuatan pupuk kompos ke pelajar.
"Bahan-bahan yang biasanya dijadikan kompos yaitu potongan buah, potongan sayuran ampas kopi, kulit telur, potongan rumput dan tanaman, kayu dan kulit kayu yang dicincang halus, kertas bekas, tisu, atau koran yang sudah tak terpakai lagi dan sedotan," terang Antos.
Kepala Sekolah SMPN 25 Balikpapan, Ida Susanti mendukung kegiatan ini karena memberikan edukasi kepada pelajar tentang pemilahan sampah. “Setelah ini anak-anak bisa membuat pupuk kompos dan mengaplikasikan untuk tanaman kita yang sudah ada,” kata Ida.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menyampaikan bahwa edukasi pengelolaan sampah menjadi pupuk organik sudah banyak dilakukan oleh kelompok binaan.
"Tentunya dengan meneruskan pengetahuan dengan edukasi ini ke anak sekolah, dapat mendukung Program Green School. Selain itu melalui kegiatan ini juga ikut mengkampanyekan kepada siswa agar dapat berperan aktif menjaga lingkungan di sekitar," tutup Chandra. (*)
Editor: Maruly Z