Disampaikan Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Aprilian Noor melalui Kabid Kebudayaan, Puji Utomo, kegiatan ini untuk melestarikan khususnya bahasa Kutai dalam pesatnya perkembangan zaman. "Ini rutin dilaksanakan dan merupakan kali kedua terselenggara. Diikuti secara antusias oleh peserta yang berasal dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan SMP se-Kukar," kata Puji.
Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membudayakan bahasa Kutai agar lebih akrab lagi ditelinga anak-anak. Mengingat, saat ini berbagai macam bahasa sudah bermunculan, misalnya seperti bahasa akrab anak muda zaman sekarang atau bahasa gaul. "Melalui kegiatan ini kita ingin menumbuh kembangkan kecintaan terhadap bahasa ibu/Kutai," tambahnya.
Keberanian dan kemauan dari para peserta didik yang mengikuti lomba ini juga mendapat apresiasi dari Disdikbud Kukar. Sebab, telah berani tampil dan sudah sangat terbiasa menggunakan bahasa Kutai di hadapan banyak orang maupun juri.
"Harapannya upaya melestarikan bahasa Kutai ini dapat berkesinambungan kepada adik-adik di sekolah. Serta bagi para guru, karena kurikulum bahasa Kutai juga sudah mulai diterapkan di sekolah. Mungkin dengan upaya ini, bahasa Kutai yang lama tidak digunakan bisa muncul kembali dan tetap terjaga kelestariannya," tutupnya.
Adapun jenis lomba yang diselenggarakan diantaranya adalah lomba pidato bahasa Kutai, baca puisi bahasa Kutai, Tarsul, mendongeng bahasa Kutai, menyanyi bahasa Kutai. Serta dua lomba baru yakni mengarang cerita pendak dan meloco atau stand up comedy yang diikuti sekitar 368 peserta dari SD dan SMP se-Kabupaten Kukar. (*/kk)
Editor: Maruly Zainuddin