Pasalnya, Kurikulum Merdeka ini mendorong kapasitas murid melalui cara belajar yang bervariasi namun berbobot, karena dorongan dari sistem pendidikan saat ini lebih berfokus pada peningkatan karakter murid agar mampu menjadi seorang yang berpengalaman.
“Tujuan sistem pendidikan ini kan agar mereka bisa lebih nyaman berada di sekolah, dan merasa senang belajar dengan konsep baru,” jelasnya, Senin (23/10/2023).
Asli juga mengingatkan kepada setiap murid untuk tidak melakukan perbuatan buruk terhadap sesama murid seperti rasisme, bullying dan bagaimana peran murid agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Yang tidak kalah pentingnya, kesatuan bangsa ini harus dijaga oleh anak muda, seperti Indonesia yang memiliki banyak suku, ras dan budayanya,” beber Asli.
Sehingga, menjelang momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang, Asli berpesan agar setiap murid dapat belajar dengan baik agar peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bisa bertambah dan ia mengajak pada momentum ini sebagai peringatan supaya siswa bisa memaknai hari tersebut dengan semangat juang.
“Memaknai hari sumpah pemuda, murid harus menanamkan jiwa nasionalisme yang berpedoman pada Pancasila, karena kemerdekaan Indonesia ini turut disumbang oleh peran dari setiap anak muda,” ungkapnya.
Kendati demikian, seiring dengan Kurikulum Merdeka saat ini yang memiliki tujuan pembinaan karakter murid dapat sejalan jika disandingkan dengan pemaknaan Hari Sumpah Pemuda. Pasalnya, pada momentum tersebut pemuda memiliki peran yang penting hingga masa kemerdekaan.
“Zaman sekarang, tentu itu dapat dimaknai dengan rasa yang sama, agar optimalisasi dalam peningkatan kapasitas dan nasionalitas bisa beriringan,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin