Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan, dan penandatanganan berita acara rektor baru UINSI Samarinda ini digelar di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat.
Sebelum menjabat sebagai Rektor UINSI, Prof Zurqoni tercatat pernah menjadi Wakil Ketua II STAIN Samarinda (2009-2013), Wakil Ketua I STAIN Samarinda (2013-2015), WR I IAIN Samarinda (2015-2019), WR II IAIN Samarinda (2019-2021), hingga WR II UINSI Samarinda (2021-2023).
Prof Zurqoni, Guru Besar Bidang Ilmu Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UINSI Samarinda, akan secara resmi melanjutkan kepemimpinan Prof Mukhamad Ilyasin untuk mewujudkan UINSI Samarinda sebagai good university governance dan world class university.
Setelahnya, Prof Mukhammad Ilyasin menyampaikan selamat dan optimis melalui estafet kepempimpinan ini Prof Zurqoni akan mampu membawa UINSI melangkah lebih jauh lagi.
Selain itu, Prof Ilyasin juga sampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan doa seluruh keluarga besar UINSI Samarinda sekaligus ungkapkan permohonan maaf atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama memimpin.
“Saya, Mukhamas Ilyasin dan keluarga menyapaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan bimbingan serta kerja sama dari semua pihak khususnya keluarga besar UINSI Samarinda,” ucapnya.
“Dari hati yang terdalam, saya mohon maaf jika ada kesalahan dan kekhilafan baik secara pribadi maupun kelembagaan,” sambung Ilyasin.
Pada kesempatan ini, Prof Ilyasin secara khusus sampaikan pesan kepada Tim Humas dan Protokoler UINSI untuk membersamai Prof Zurqoni sebagai Rektor UINSI Periode 2023-2027.
“Kawal dan bersamai Prof Zurqoni sebagai Rektor UINSI seperti kalian mengawal dan membersamai saya selama ini dan berikan yang lebih baik dan terbaik, semoga Allah meridhai dan menerima amal ibadah kita semua” jelasnya.
“Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Setiap orang dalam suatu masa memiliki kekurangan dan kelebihannya. Mari bergandengan tangan untuk terus memajukan kampus kita tercinta, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda,” tutupnya.
Editor Aspian Nur