Wakil Kepala SMPN 11 Samarinda, Deslyana menyebutkan, film Tegar menceritakan tentang anak disabilitas yang memiliki rasa semangat belajar dan saling menghargai satu sama lain. Anak disabilitas yang memilki rasa semangat untuk menempuh pendidikan menjadi salah satu motivasi bagi pihaknya supaya setiap pelajar di SMP Negeri 11 Samarinda dapat mengambil hikmah yang terkadung di dalam film tersebut.
“Film itu mengajarkan kita cara bersyukur tentang apa yang kita punya sekaligus menghargai orang-orang yang mengalami kondisi difabel,” jelasnya, Jumat (13/10/2023).
Menurutnya, saling menghargai satu sama lain dan saling memberikan dukungan kepada orang adalah etika yang tidak ada nilainya, terlebih kepada kaum disabilitas. Melalui film yang ditonton oleh para pelajar ini membuktikan bahwa yang kekurangan bukan berarti tidak mampu.
“Karena tidak semua orang difabel itu tidak mampu, mereka hanya kurang normal, jadi kita tidak boleh menganggap sepele mereka,” ujar Desly sapaan karibnya.
Selain itu, Desly menerangkan, apa yang mereka tontong seiring dengan maraknya bullying atau penindasan di lingkungan sekolah yang juga menjadi perhatian bagi pihaknya untuk melakukan refleksi atas perbuatan yang tidak patut dicontoh. Sehingga film ini diharapkan mampu merefleksikan para pelajar membangun rasa saling menghargai.
“Dengan adanya film ini juga diharapkan siswa itu lebih menghargai antar manusia, tidak perlu mengomentar negatif terhadap orang lain, karena yang kita anggap jelek itu bisa jadi lebih baik dari kita,” ucapnya.
Kendati demikian, ia berharap para pelajar bisa menyadari bahwa pentingnya menghargai antar sesama. Tentu, kata dia, ini juga seiring dengan pendidikan karakter. “Sangat menginspirasi dan berkaitan juga dengan pendidikan karakter pelajar menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin