Kepala SDN 021 Sungai Kunjang, Jurita mengatakan, kegiatan ini merupakan penilaian Adipura atau lomba kebersihan kota dimana sekolah yang dia pimpin menjadi salah satu yang dinilai oleh KLHK.
"Selain sekolah kita, ada juga SD Negeri 012 Samarinda Ulu yang menjadi lokasi verifikasi lapangan titik pantau Adipura di tahun 2023," jelas Jurita, Senin (25/9/2023).
Adapun indikator penilaiannya yaitu komponen pertama adalah keberadaan sampah di area sekolah dan ketersediaan tong sampah pada lingkungan sekolah, sedangkan komponen kedua yaitu drainase. Jurita menjelaskan, pada drainase ini tidak boleh ada sampah berada dalam selokan.
"Yang ketiga, adalah ketersediaan Ruang Terbuka Hijau pada lingkungan sekolah, dan komponen yang ke empat adalah kebersihan toilet dan bagaimana aroma dari setiap toilet yang ada serta air yang bersih," ujar dia.
Bukan hanya itu, penilaian yang ditekankan juga adalah pelayanan pengumpulan sampah. Pada komponen ini ada beberapa hal yang dinilai yaitu, sarana pendidikan sampah dan proses pemilahan sampah. Jurita juga sempat menjelaskan sekolahnya sudah melakukan program inovasi Kurangi Sampah Sekolah Kita (Kurasaki).
"Pada program Kurasaki ini kita sudah bisa memilah sampah dan mendaur ulang sampah, dan kita sudah tidak adalagi sampah plastik, paling hanya sampah kertas, terus kita juga ada pembuatan Ecoenzym,," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Ida Rahmawati mengatakan, SD Negeri 021 Sungai Kunjang nanti bisa masuk sebagai indikator penilaian Kota Adipura. "Sekolah ini (SDN 021) sudah masuk sebagai Adiwiyata Mandiri sehingga tingkat kebersihannya sudah melebihi Adiwiyata Nasional," jelasnya.
Sebagai informasi, SD Negeri 021 Sungai Kunjang sudah mendapatkan gelar Adiwiyata Mandiri yakni penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup, antara lain Kalpataru, Adipura, dan Adiwiyata. Ketiganya memiliki persamaan, yakni diberikan kepada individu atau kelompok sebagai apresiasi terhadap capaian bidang lingkungan hidup pada kategori masing-masing.
Editor: Maruly Zainuddin